<?xml version="1.0" encoding="utf-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" href="/rss20.xsl" media="screen"?>
<rss xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd" version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom">
<channel>
<atom:link href="http://simapi.blogspirit.com/books/index.rss" rel="self" type="application/rss+xml" />
<title>..:: West Papua ::.. - books</title>
<description>Enviromental SIMAPI Foundation - Nabire Regency - Papua Media Online</description>
<link>http://simapi.blogspirit.com/books/</link>
<lastBuildDate>Tue, 24 Nov 2009 14:28:32 +0900</lastBuildDate>
<generator></generator>
<copyright>All Rights Reserved</copyright>
<item>
<guid isPermaLink="true">http://simapi.blogspirit.com/archive/2005/09/26/menulis-karangan-untuk-pers.html</guid>
<title>Menulis Karangan Untuk PERS</title>
<link>http://simapi.blogspirit.com/archive/2005/09/26/menulis-karangan-untuk-pers.html</link>
<author>noreply@blogspirit.com ()</author>
<category>Books</category>
<pubDate>Mon, 26 Sep 2005 19:34:51 +0900</pubDate>
<description>
&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;Untuk rekan-rekan dan masyarakat umum yang ingin menjadi wartawan modal dasarnya saya ingin memberi masukan ilmu kepada rekan-rekan semua yang datang mengunjungi weblog saya ini.&lt;/div&gt; &lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt; &lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;Disamping itu saya juga ingin mengkritik kepada bapak-bapak wartawan di Nabire yaitu koran harian Lokal Papua Pos Nabire. Saya sangat kesal dengan tulisan mereka beberapa berita yang diturunkan tidak layak untuk dimuat. Barangkali ini merupakan kisi-kisi untuk kita senua. Susah loh untuk mendapat ilmu gratis seperti saya tulis di blog saya. Ini juga saya belajar dan informasi serta dapat buku dari orang yang sayta cintai tapi telah meninggal mendahului saya. Semoga dia di terima sisi Kanan Tuhan Yang Maha Esa. Jika anda ingin mau baca selengkapnya silahkan dowload beritanya berokuty ini &lt;a href=&quot;http://simapi.blogspirit.com/files/menulis_karangan_untuk_pers.pdf&quot;&gt;menulis_karangan_untuk_pers.pdf&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt; &lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt; &lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;Doma JAD&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
</description>
</item>
<item>
<guid isPermaLink="true">http://simapi.blogspirit.com/archive/2005/09/23/nasib-anak-bodoh-dan-tidak-jenius-indonesia.html</guid>
<title>Nasib Anak Bodoh dan Tidak Jenius Indonesia</title>
<link>http://simapi.blogspirit.com/archive/2005/09/23/nasib-anak-bodoh-dan-tidak-jenius-indonesia.html</link>
<author>noreply@blogspirit.com ()</author>
<category>Books</category>
<pubDate>Fri, 23 Sep 2005 16:15:00 +0900</pubDate>
<description>
&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span century=&quot;&quot;&gt;Bukan cerita baru tetapi sudah menjadi cerita lama yang telah mendarah daging setiap insan manusia yang hidup dibumi atau jagad raya yang penuh dengan duka dan derita hidup ini terutama lagi manusia yang hidup di&lt;/span&gt; &lt;span century=&quot;&quot;&gt;Indonesia&lt;/span&gt;&lt;span century=&quot;&quot;&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/div&gt; &lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;span century=&quot;&quot;&gt;Banyak lembaga maupun perusahaan yang sangat peduli terhadap kemajuan baik secara individual maupun secara kelompok yang sangat peduli terhadap pendidikan, yang secara serius diperhatikan oleh lembaga-lembaga kepada seseorang karena pintar dan jenius, namun ada banyak anak bangsa yang tidak diperhatikan oleh bangsa ini terutama dari lembaga-lembaga yang sangat peduli terhadap perkembangan dunia pendidikan di Indonesia dengan alasan karena bodoh dan tidak jenius ! Maka dibenak kecil saya berkata bahwa didalam pengambilan keputusan seperti ini terjadi pengelompokan dan blok-blok, saya tidak mengerti untuk membangun daerah ini juga harus diblok atau atas nama Bangsa Indonesia artinya blok ini, blok itu sementara dalam pengumpulan dana atau pemberian dana dari para donator terutama dari Negara kaya di khususkan untuk bangsa Indonesia dalam pengembangan dan perkembangan di Bidang Pendidikan Bangsa Indonesia secara umum. Di pihak lain ada pulau atau daerah lain menjadi korban dan obyek. Selengkapnya download aja dibawah dari info ini&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;/div&gt; &lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;span century=&quot;&quot; style=&quot;font-size: 10pt;&quot;&gt;Penutup dari beberapa kata kritis diatas ini yang merupakan Saran dan Solusi adalah Rombak dan Tata Ulang secara keseluruhan Dasar Negara RI “ &lt;b&gt;&lt;u&gt;Pancasila&lt;/u&gt;&lt;/b&gt; “ itu. Rombak dari Sila pertama hingga Sila ke Lima&lt;/span&gt; &lt;span century=&quot;&quot; style=&quot;font-size: 10pt;&quot;&gt;karena saya berpikir sudah waktunya Dasar Neraga tidak berlaku. Contoh Kasus “Jika Mr. A, mendirikan rumah diatas lumpur apa kuat dan bertahan ? Bukan berarti negara&lt;/span&gt; Indonesia &lt;span century=&quot;&quot; style=&quot;font-size: 10pt;&quot;&gt;negara lumpur. Alasannya contoh kecil saja dari Sila Pertama yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa, disana–sini banyak adanya pembakaran Gereja, disuruh urus persyaratan ini, itu malah dilarang mendirikan tempat ibadah terutama gereja. Saran saya Tak perlu adanya lintas agama segala, hanya boros waktu, ada banyak pekerjaan penting yang harus dilakukan. Bangsa Indonesia punya Dasar Negara dan mempunyai UUD 1945 sebagai perpanjangan tangan dari Dasar Negara tersebut jika kita patuhi dan laksanakan saya pikir Indonesia jauh lebih bagus dari kemarin-kemarin. Jangan hanya UUD 1945 saja yang dirombak, semua dong termasuk Dasar Negara, karena permasalahan bangsa Indonesia hadapi sekarang ini karena dasar bangsa Indonesia yang sudah keropos alias aus. Ataukah pemimpin kita sekarang ini tidak sejalan dengan pemikir dan pelopor Kemerdekaan terutama yang membuat dan menyusun Dasar Negara “Pancasila” dan “UUD 1945” sehingga perjalanan bangsa Indonesia selalu menghadapi masalah ini, masalah itu yang tiap hari tak henti-hentinya ada terus. Sila Kedua yang bunyinya “ Kemanusiaan Yang Adil dan Beradad, diluar negeri melihat bangsa Indonesia adalah orang beradab yang dinyatakan dengan sopan santun, ramah kenyataan dilapangan menunjukkan bahwa hanya ada baku bunuh-membunuh dari anak ke orangtuanya dari istri ke suami, dari anak ke ibunya, dari kakaknya ke adiknya atau sebaliknya, bom ini, bom itu, bapak perkosa anak cewenya / anak tirinya, anak perkosa ibu kandungnya / ibu tirinya, pembunuhan ini, pembunuhan itu. Dan masih banyak masalah lain dengan Sila Kedua ini. Sila ketiga “Persatuan&lt;/span&gt; &lt;span century=&quot;&quot; style=&quot;font-size: 10pt;&quot;&gt;”. Jika&lt;/span&gt; &lt;span century=&quot;&quot; style=&quot;font-size: 10pt;&quot;&gt;sudah bersatu, saya pikir secara bersama jatuh bangun membangun Bangsa&lt;/span&gt; &lt;span century=&quot;&quot; style=&quot;font-size: 10pt;&quot;&gt;dari keterpurukan yang kian menjadi-jadi sudah sejahtera damai, aman, Makmur. Dan Sila ke-empat bunyinya “ Kerakyatan Yang dipimpin oleh hihmat Kebijaksaan dalam permusyawatan / Perwakilan “. Yang saya ikuti Anggota Dewan yang dipilih pada Pemilu yang lalu ini hanya aduh argumentasi, aduh jotos saja tidak pernah memberikan solusi yang terbaik bagi masyarakat yang memilihnya. Serta Sila kelima “ Keadilan Sosial bagi seluruh Rakyat&lt;/span&gt; &lt;span century=&quot;&quot; style=&quot;font-size: 10pt;&quot;&gt;. Maaf disini saya mau mengangkat masalah Papua. Kurang lebih 40 tahun Pada Bangsa Papua bergabung dengan Indonesia dilakukan secara paksa untuk mengindonesiakan Bangsa Papua menjadi Bangsa Indonesia, giliran Bangsa Papua meminta untuk mau jadi bangsa Indonesia dengan cara meminta bantuan ini, bantuan ini dari Lembaga maupun secara perorangan, fasilitas ini, fasilitas itu, kepada Pemerintah Pusat selalu dijawab minta ke Pemda tingkat satu. Barangkali bangsa Kelas II di Bingkai Negara Kesatuan Republik&lt;/span&gt; &lt;span century=&quot;&quot; style=&quot;font-size: 10pt;&quot;&gt;( NKRI ). Jangan di daerah di dekat saja sekitar wilayah Metropolitan banyak terjadi pergusuran, kumuh-kumuh masyarakat yang tak berdaya, ini yang namanya keadilan sosial, koreksi saja setiap insan manusia Indonesia yang katanya manusia beradab.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;span century=&quot;&quot; style=&quot;font-size: 10pt;&quot;&gt;Saya tahu suatu bangsa tidak mungkin tidak punya masalah, tapi masalah bangsa kita&lt;/span&gt; &lt;span century=&quot;&quot; style=&quot;font-size: 10pt;&quot;&gt;Indonesia&lt;/span&gt; &lt;span century=&quot;&quot; style=&quot;font-size: 10pt;&quot;&gt;ini sepertinya penyakit turunan yang tidak pernah ada habis-habisnya. Banyak pakar-pakar ekonomi, politik dan IPTEK yang tidak pernah memberikan saran maupun solusi terhadap permasalahan bangsa ini. Saya hanya pertanyakan kepakaran mereka ini, yang ada hanya adu argumen yang menghabiskan uang Negara dengan rapat ini, rapat itu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;/div&gt; &lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;span century=&quot;&quot; style=&quot;font-size: 10pt;&quot;&gt;Untuk itu saran segera mungkin merombak Dasar Negara&lt;/span&gt; &lt;span century=&quot;&quot; style=&quot;font-size: 10pt;&quot;&gt;Indonesia&lt;/span&gt; &lt;span century=&quot;&quot; style=&quot;font-size: 10pt;&quot;&gt;“&lt;b&gt;PANCASILA&lt;/b&gt;” karena tidak berlaku di Indonesia. Tidak pas dan tidak layak untuk dipertahankan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;span century=&quot;&quot; style=&quot;font-size: 10pt;&quot;&gt;Indonesia&lt;/span&gt; &lt;span century=&quot;&quot; style=&quot;font-size: 10pt;&quot;&gt;mempunyai nama aliasnya misalnya Negara demokrasi, negara hukum, Negara kepulauan, Negara sedang berkembang sebutan yang telah ada dari dulu, Negara Islam Terbesar Dunia, Negara KKN. Sementara pada pelaksanaannya tidak demikian.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;/div&gt; &lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;Selengkapnya jika mau baca silahkan download aja yang berikut ini &lt;a href=&quot;http://simapi.blogspirit.com/files/nasib_anak_bodoh_dan_kurang_jenius_indonesia.pdf&quot;&gt;nasib_anak_bodoh_dan_kurang_jenius_indonesia.pdf&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt; &lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;/div&gt; &lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;jiak ad&lt;/div&gt; &lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;/div&gt; &lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;/div&gt; &lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;/div&gt; &lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;/div&gt;
</description>
</item>
<item>
<guid isPermaLink="true">http://simapi.blogspirit.com/archive/2005/09/04/papua-en-wikipedia.html</guid>
<title>Papua - En.wikipedia</title>
<link>http://simapi.blogspirit.com/archive/2005/09/04/papua-en-wikipedia.html</link>
<author>noreply@blogspirit.com ()</author>
<category>Books</category>
<pubDate>Sun, 04 Sep 2005 21:15:00 +0900</pubDate>
<description>
&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt; &lt;h1 class=&quot;firstHeading&quot;&gt;Papua (Indonesian province)&lt;/h1&gt; &lt;h3 id=&quot;siteSub&quot;&gt;From Wikipedia, the free encyclopedia.&lt;/h3&gt; &lt;!-- start content --&gt; &lt;div class=&quot;thumb tright&quot;&gt; &lt;div style=&quot;width: 402px;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://en.wikipedia.org/wiki/Image:IndonesiaPapua2.png&quot; class=&quot;internal&quot; title=&quot;Map showing Papua province in Indonesia&quot;&gt;&lt;img src=&quot;http://simapi.blogspirit.com/images/medium_indonesia_papua_island.2.png&quot; alt=&quot;&quot; style=&quot;border-width: 0pt; margin: 0.2em 1.4em 0.7em 0pt; float: left;&quot; /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt; &lt;div class=&quot;thumbcaption&quot;&gt;Map showing Papua province in Indonesia&lt;/div&gt; &lt;/div&gt; &lt;/div&gt; &lt;p&gt;&lt;b&gt;Papua&lt;/b&gt; is a &lt;a href=&quot;http://en.wikipedia.org/wiki/Provinces_of_Indonesia&quot; title=&quot;Provinces of Indonesia&quot;&gt;province&lt;/a&gt; of &lt;a href=&quot;http://en.wikipedia.org/wiki/Indonesia&quot; title=&quot;Indonesia&quot;&gt;Indonesia&lt;/a&gt; comprising part of the western half of the island of &lt;a href=&quot;http://en.wikipedia.org/wiki/New_Guinea&quot; title=&quot;New Guinea&quot;&gt;New Guinea&lt;/a&gt; and nearby islands (see also &lt;a href=&quot;http://en.wikipedia.org/wiki/Western_New_Guinea&quot; title=&quot;Western New Guinea&quot;&gt;Western New Guinea&lt;/a&gt;).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;The name &lt;i&gt;Papua&lt;/i&gt; may also refer to either the entire island of New Guinea or to the southern half of the neighboring country of &lt;a href=&quot;http://en.wikipedia.org/wiki/Papua_New_Guinea&quot; title=&quot;Papua New Guinea&quot;&gt;Papua New Guinea&lt;/a&gt;. The name &lt;b&gt;West Papua&lt;/b&gt; is preferred among nationalists who hope to separate from Indonesia and form their own country (the region was promised a referendum on independence from &lt;a href=&quot;http://en.wikipedia.org/wiki/The_Netherlands&quot; title=&quot;The Netherlands&quot;&gt;the Netherlands&lt;/a&gt;). The province was known as &lt;b&gt;West Irian&lt;/b&gt; or &lt;b&gt;Irian Barat&lt;/b&gt; from &lt;a href=&quot;http://en.wikipedia.org/wiki/1969&quot; title=&quot;1969&quot;&gt;1969&lt;/a&gt; to &lt;a href=&quot;http://en.wikipedia.org/wiki/1973&quot; title=&quot;1973&quot;&gt;1973&lt;/a&gt;—&lt;i&gt;Irian&lt;/i&gt; is the &lt;a href=&quot;http://en.wikipedia.org/wiki/Indonesian_language&quot; title=&quot;Indonesian language&quot;&gt;Indonesian&lt;/a&gt; term for the island of New Guinea. It was then renamed &lt;b&gt;Irian Jaya&lt;/b&gt; (roughly translated, &quot;Victorious Irian&quot;) by &lt;a href=&quot;http://en.wikipedia.org/wiki/Suharto&quot; title=&quot;Suharto&quot;&gt;Suharto&lt;/a&gt;, a name that remained in official use until &lt;a href=&quot;http://en.wikipedia.org/wiki/2002&quot; title=&quot;2002&quot;&gt;2002&lt;/a&gt;. During the colonial era the region was known as &lt;b&gt;Dutch New Guinea&lt;/b&gt; or &lt;b&gt;&lt;a href=&quot;http://en.wikipedia.org/wiki/Netherlands_New_Guinea&quot; title=&quot;Netherlands New Guinea&quot;&gt;Netherlands New Guinea&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;The province originally covered the entire western half of New Guinea, but in 2003, the western portion of the province, on the &lt;a href=&quot;http://en.wikipedia.org/w/index.php?title=Bird%27s_Head_Peninsula&amp;amp;action=edit&quot; class=&quot;new&quot; title=&quot;Bird's Head Peninsula&quot;&gt;Bird's Head Peninsula&lt;/a&gt;, was made a separate province named &lt;a href=&quot;http://en.wikipedia.org/wiki/West_Irian_Jaya&quot; title=&quot;West Irian Jaya&quot;&gt;West Irian Jaya&lt;/a&gt;.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt; &lt;h1 class=&quot;firstHeading&quot;&gt;Netherlands New Guinea&lt;/h1&gt; &lt;h3 id=&quot;siteSub&quot;&gt;From Wikipedia, the free encyclopedia.&lt;/h3&gt; &lt;!-- start content --&gt; &lt;p&gt;&lt;b&gt;Netherlands New Guinea&lt;/b&gt; was the official name of western &lt;a title=&quot;New Guinea&quot; href=&quot;http://en.wikipedia.org/wiki/New_Guinea&quot;&gt;New Guinea&lt;/a&gt; while it was a colonial possession of the &lt;a title=&quot;Netherlands&quot; href=&quot;http://en.wikipedia.org/wiki/Netherlands&quot;&gt;Netherlands&lt;/a&gt;. It was commonly known as &lt;b&gt;Dutch New Guinea&lt;/b&gt;. It is now a province of Indonesia known as &lt;a title=&quot;Papua (Indonesia)&quot; href=&quot;http://en.wikipedia.org/wiki/Papua_%28Indonesia%29&quot;&gt;Papua&lt;/a&gt;.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;From &lt;a title=&quot;1898&quot; href=&quot;http://en.wikipedia.org/wiki/1898&quot;&gt;1898&lt;/a&gt; to &lt;a title=&quot;1949&quot; href=&quot;http://en.wikipedia.org/wiki/1949&quot;&gt;1949&lt;/a&gt; Dutch New Guinea was governed as part of the &lt;a title=&quot;Dutch East Indies&quot; href=&quot;http://en.wikipedia.org/wiki/Dutch_East_Indies&quot;&gt;Dutch East Indies&lt;/a&gt;.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;In 1949, when the rest of the Dutch East Indies became fully independent as &lt;a title=&quot;Indonesia&quot; href=&quot;http://en.wikipedia.org/wiki/Indonesia&quot;&gt;Indonesia&lt;/a&gt;, the Dutch retained sovereignty over western New Guinea, and took steps to prepare it for independence as a separate country. Some five thousand teachers were flown there. The Dutch put an emphasis upon political, business, and civic skills. The first local naval cadets graduated in &lt;a title=&quot;1955&quot; href=&quot;http://en.wikipedia.org/wiki/1955&quot;&gt;1955&lt;/a&gt; and the first army brigade become operational in &lt;a title=&quot;1956&quot; href=&quot;http://en.wikipedia.org/wiki/1956&quot;&gt;1956&lt;/a&gt;.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Elections were held across &lt;a title=&quot;Dutch New Guinea&quot; href=&quot;http://en.wikipedia.org/wiki/Dutch_New_Guinea&quot;&gt;Dutch New Guinea&lt;/a&gt; in &lt;a title=&quot;1959&quot; href=&quot;http://en.wikipedia.org/wiki/1959&quot;&gt;1959&lt;/a&gt; and an elected council officially took office on &lt;a title=&quot;April 5&quot; href=&quot;http://en.wikipedia.org/wiki/April_5&quot;&gt;April 5&lt;/a&gt;, &lt;a title=&quot;1961&quot; href=&quot;http://en.wikipedia.org/wiki/1961&quot;&gt;1961&lt;/a&gt;, to prepare for full independence by the end of that decade. The Dutch endorsed the council's selection of a new national anthem and the &lt;a title=&quot;Flag of West Papua&quot; href=&quot;http://en.wikipedia.org/wiki/Flag_of_West_Papua&quot;&gt;Morning Star&lt;/a&gt; as the new national flag on &lt;a title=&quot;December 1&quot; href=&quot;http://en.wikipedia.org/wiki/December_1&quot;&gt;December 1&lt;/a&gt;, &lt;a title=&quot;1961&quot; href=&quot;http://en.wikipedia.org/wiki/1961&quot;&gt;1961&lt;/a&gt;.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Indonesia invaded the region on &lt;a title=&quot;December 18&quot; href=&quot;http://en.wikipedia.org/wiki/December_18&quot;&gt;December 18&lt;/a&gt;, &lt;a title=&quot;1961&quot; href=&quot;http://en.wikipedia.org/wiki/1961&quot;&gt;1961&lt;/a&gt;. After an armed conflict the territory was placed under &lt;a title=&quot;United Nations&quot; href=&quot;http://en.wikipedia.org/wiki/United_Nations&quot;&gt;United Nations&lt;/a&gt; administration in &lt;a title=&quot;October&quot; href=&quot;http://en.wikipedia.org/wiki/October&quot;&gt;October&lt;/a&gt; &lt;a title=&quot;1962&quot; href=&quot;http://en.wikipedia.org/wiki/1962&quot;&gt;1962&lt;/a&gt; before being transferred to Indonesia in &lt;a title=&quot;May&quot; href=&quot;http://en.wikipedia.org/wiki/May&quot;&gt;May&lt;/a&gt; &lt;a title=&quot;1963&quot; href=&quot;http://en.wikipedia.org/wiki/1963&quot;&gt;1963&lt;/a&gt;. The territory was formally annexed by Indonesia in &lt;a title=&quot;1969&quot; href=&quot;http://en.wikipedia.org/wiki/1969&quot;&gt;1969&lt;/a&gt; after a controversial &lt;a title=&quot;Plebiscite&quot; href=&quot;http://en.wikipedia.org/wiki/Plebiscite&quot;&gt;plebiscite&lt;/a&gt; was conducted by the Indonesian military.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;i&gt;See also:&lt;/i&gt; &lt;a title=&quot;Papua (Indonesian province)&quot; href=&quot;http://en.wikipedia.org/wiki/Papua_%28Indonesian_province%29&quot;&gt;Papua (Indonesian province)&lt;/a&gt;; &lt;a title=&quot;Western New Guinea&quot; href=&quot;http://en.wikipedia.org/wiki/Western_New_Guinea&quot;&gt;Western New Guinea&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;JIAK&amp;nbsp;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sumber : http://en.wikipedia.org/wiki/Papua_(Indonesian_province)&lt;/p&gt; &lt;/div&gt;
</description>
</item>
<item>
<guid isPermaLink="true">http://simapi.blogspirit.com/archive/2005/08/29/kumpulan-masalah-papua.html</guid>
<title>Kumpulan masalah Papua</title>
<link>http://simapi.blogspirit.com/archive/2005/08/29/kumpulan-masalah-papua.html</link>
<author>noreply@blogspirit.com ()</author>
<category>Books</category>
<pubDate>Mon, 29 Aug 2005 23:09:20 +0900</pubDate>
<description>
&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;Beberapa kumpulan Masalah mengenai Papua yang dirangkum di dalam beberapa surat kabar, namun saya dari Koran Tempo belum aku masukin karena waktu membuat saya lagian kekuarangan dana untuk membiayai update berita jadi minta maaf yang se dalam-dalam hingga 1000 km meter. ingin mau baca silahkan download ada ok&amp;nbsp;&lt;a href= &quot;http://simapi.blogspirit.com/files/kumpulan_masalah_papua.doc&quot;&gt;kumpulan_masalah_papua.doc .&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&amp;nbsp;Masih ada lagi yang berhubungan dengan maslah Papua download aja Mang jika anda tidak mau ketinggalan berita perkembangan Papua&amp;nbsp;&lt;a href= &quot;http://simapi.blogspirit.com/files/august_6_and_the_barbarians_of_the_dark_ages_papua.doc&quot;&gt;august_6_and_the_barbarians_of_the_dark_ages_papua.doc&lt;/a&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt; &lt;p&gt;&amp;nbsp;Barangkali anda tidak bosan untuk membaca dan mengklik kesana - kesini ok bos dagggggg&amp;lt;&amp;lt;&amp;lt;&amp;lt;&amp;lt;&amp;lt;&amp;lt;&amp;lt;&amp;lt;&amp;lt;:::::::::....&lt;/p&gt; &lt;p&gt;JIAK&amp;nbsp;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;
</description>
</item>
<item>
<guid isPermaLink="true">http://simapi.blogspirit.com/archive/2005/07/30/cinta-tak-bersyarat.html</guid>
<title>Cinta Tak Bersyarat</title>
<link>http://simapi.blogspirit.com/archive/2005/07/30/cinta-tak-bersyarat.html</link>
<author>noreply@blogspirit.com ()</author>
<category>Books</category>
<pubDate>Sat, 30 Jul 2005 00:46:55 +0900</pubDate>
<description>
&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;Saya akan menurunkan Berita yang bercerita tentang LOVE YOUR SELF&quot;&lt;/div&gt; &lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt; &lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;Kapankah seseorang mulai mencintai atau membenci dirinya sendirinya ? Jawabannya adalah &quot;mulai dari masa kecilnya&quot;. Ketika seorang anak dilahirkan, ia begitu baik, menarik dan berharga, butuh kasih sayang, bagai sebuah permata.&lt;/div&gt; &lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt; &lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;Namun pada saat lahir, sibayi tidak mengetahui apapun tentang dirinya. Ia tidak tahu apakah dirinya baik atau buruk, pantas dicintai atau dibenci, diahrgai atau tidak. Selain itu dalam hubungannya dengan orang lain, ia tidak tahu apakah lebih baik atau lebih buruk, lebih unggul atau lebih rendah. Ia tidak tahu apakah ia memiliki harga diri atau tidak. Bagaimana prosesnya sehingga akhirnya ia mampu mengenali diri sendiri, dan membentuk konsep diri ? Bagaimana caranya ia menemukan identitas dirinya ? Bagaimanan mengetahui dirinya berharga atau tidak ?&lt;/div&gt; &lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt; &lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;Baru setelah terjalin hubungan antar pribadi, ia bisa mengenal, mencintai, atau membenci dirinya sendiri. Yang pertama kali tenti kedua orangtuanya. Mereka biasanya menjadi pengaruh uatama dalam pencarian identitas diri, dan juga dalam pembentukan konsep dirinya. Pengaruh lain adalah saudara, laki-laki maupun perempuan, bibi, teman, kakek, nenek, lengkungan sekitarnya, televisi, pastor, imam, ulama, serta semua orang lain yang dijumpanya. Namun dalam kenyataanya penulis buku ini melihat dan mengamati bahwa orangtualah yang lebih berperan dalam pembentukan kepribadian.&lt;/div&gt; &lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt; &lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;Selnjutnya akan dilanjutkan dengan bagian-bagianny sebagai berikut :&lt;/div&gt; &lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;1. Cinta Orangtua&lt;/div&gt; &lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;2. Cinta Bersyarat&lt;/div&gt; &lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;3. Menguasai Secara Halus&lt;/div&gt; &lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;4. Sebuah Permata&amp;nbsp;&lt;/div&gt; &lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt; &lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;Akan bersambung ..................,&lt;/div&gt; &lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt; &lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;Jack Dogomo&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
</description>
</item>
<item>
<guid isPermaLink="true">http://simapi.blogspirit.com/archive/2005/07/12/renungkan-deh.html</guid>
<title>Renungkan Deh.....</title>
<link>http://simapi.blogspirit.com/archive/2005/07/12/renungkan-deh.html</link>
<author>noreply@blogspirit.com ()</author>
<category>Books</category>
<pubDate>Tue, 12 Jul 2005 22:24:21 +0900</pubDate>
<description>
&lt;p&gt;Nice words lahhhh...&lt;/p&gt;Bukan berat Beban yang membuat kita Stress, tetapi lamanya kita memikul bebantersebut.&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;Stephen Covey&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;Pada saat memberikan kuliah tentang Manajemen Stress, Stephen Covey mengangkatsegelas air dan bertanya kepada para siswanya: &quot;Seberapa berat menurut andakira segelas air ini?&quot; Para siswa menjawab mulai dari 200 gr sampai 500 gr.&quot;Ini bukanlah masalah berat absolutnya,tapi tergantung berapa lama andamemegangnya.&quot; kata Covey.&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&quot;Jika saya memegangnya selama 1 menit, tidak ada masalah. Jika saya memegangnyaselama 1 jam, lengan kanan saya akan sakit. Dan jika saya memegangnya selama 1hari penuh, mungkin anda harus memanggilkan ambulans untuk saya. Beratnyasebenarnya sama, tapi semakin lama saya memegangnya, maka bebannya akan semakinberat.&quot;&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&quot;Jika kita! membawa beban kita terus menerus, lambat laun kita tidak akan mampumembawanya lagi. Beban itu akan meningkat beratnya.&quot; lanjut Covey. &quot;Apa yangharus kita lakukan adalah meletakkan gelas tersebut, istirahat sejenak sebelummengangkatnya lagi&quot;. Kita harus meninggalkan beban kita secara periodik, agarkita dapat lebih segar dan mampu membawanya lagi.&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;Jadi sebelum pulang ke rumah dari pekerjaan sore ini, tinggalkan bebanpekerjaan. Jangan bawa pulang. Beban itu dapat diambil lagi besok. Apapun bebanyang ada dipundak anda hari ini, coba tinggalkan sejenak jika bisa. Setelahberistirahat nanti dapat diambil lagi.&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;Hidup ini singkat, jadi cobalah menikmatinya dan memanfaatkannya...!! Halterindah dan terbaik di dunia ini tak dapat dilihat, atau disentuh, tapi dapatdirasakan jauh di relung hati kita.&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;Start the day with smile and have a good day.......&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;
</description>
</item>
<item>
<guid isPermaLink="true">http://simapi.blogspirit.com/archive/2005/07/03/ayo-support-kegiatan-sosial-fupei-dot-com.html</guid>
<title>Ayo support kegiatan sosial FUPEI(dot)COM</title>
<link>http://simapi.blogspirit.com/archive/2005/07/03/ayo-support-kegiatan-sosial-fupei-dot-com.html</link>
<author>noreply@blogspirit.com ()</author>
<category>Books</category>
<pubDate>Sun, 03 Jul 2005 15:10:30 +0900</pubDate>
<description>
&lt;p&gt;Ada dua persoalan urgen yang sedang dialami dan sampai sekarang belum ditemukan obat yang paling&lt;br /&gt;pas diterapkan pada bangsa Indonesia. Kemiskinan dan Kebodohan. Pernyataan tersebut dikemukankan&lt;br /&gt;Albert Lo dari Toymaster, yang saya kutip dari tulisan Widi Yarmanto di Gatra.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan panik atau malas dulu memikirkan. Paling tidak dengan membaca terus tulisan ini masih ada sedikit keinginan untuk memperbaiki. Sekarang yang harus dilakukan adalah bagaimana meyakinkan sesama&lt;br /&gt;bangsa, atau paling tidak orang terdekat. Walaupun terlihat masalah semakin kompleks dan terlalu&lt;br /&gt;besar untuk ditanggullangi, kita masih punya secercah harapan untuk bisa merubah keadaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bayangkan satu pertandingan sepak bola atau bulu tangkis. Dimana salah satu bagian yang sangat&lt;br /&gt;tidak diunggulkan tiba-tiba mendapat angin. Akhirnya berhasil membalik keadaan memenangkan&lt;br /&gt;pertarungan. Sudah banyak kita melihat secara langsung maupun di televisi kejadian ini di depan&lt;br /&gt;mata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanamkanlah semangat pantang menyerah dalam diri dan anak-anak kita. Yakinlah suatu saat akan ada&lt;br /&gt;satu angin yang akan menjadi satu kekuatan dahsyat yang akan membawa bangsa ini, secara perlahan-lahan, keluar dari kebodohan dan kemiskinan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persiapkan mental untuk setidaknya lakukan hal-hal sederhana yang sebenarnya sudah lama menjadi&lt;br /&gt;bagian dari jiwa kita. Lakukan kebaikan. Lakukan terhadap siapa aja. Albert mengatakan Tuhan&lt;br /&gt;menciptakan kebaikan itu universal. Kalau manusia sudah mulai terkotak-kotak, maka kebaikan yang&lt;br /&gt;diwujudkan pasti berpamrih. Kebaikan yang anda lakukan mudah-mudahan bisa menulari keluarga dan&lt;br /&gt;teman-teman disekitar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari kebaikan satu dua orang lama-lama menjadi kebaikan kolektif yang melahirkan suatu angin&lt;br /&gt;kekuatan pemberantas kemiskinan dan kebodohan.&amp;nbsp; Ingat, kita tidak akan pernah tahu siapa yang akan&lt;br /&gt;menolong kita nanti, siapa yang akan mengajak anak-anak kita nanti bekerja, siapa yang akan&lt;br /&gt;menjadi dokter bagi istri atau suami kita atau siapa yang akan menjadi orang tidak dikenal yang&lt;br /&gt;sudah membantu cucu kita terhindar dari kecelakaan&amp;hellip;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;-----&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tulisan diatas saya quote dari artikel di http://www.tunascendikia.org, yaitu sebuah website&lt;br /&gt;organisasi nonprofit yang peduli terhadap pendidikan anak-anak di Indonesia Lalu jadi kepikiran, kalau mereka bisa? kenapa kita nggak? dan akhirnya mencoba untuk bertukar pikiran dengan pihak mereka, sekarang aku mau coba ajak FUPEIs bersama-sama yuk kita bikin semacam projek sosial FUPEIs, dengan arahan dari YTC&lt;br /&gt;karena mereka sudah berpengalaman, kira2 apa yang bisa kita lakukan bareng2 lewat FUPEIs?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk kejelasannya apakah FUPEI dengan YTC akan bersama-sama menjalankan projek sosial ini&lt;br /&gt;kedepan, kamu bisa langsung hubungin pihak YTC melalui website mereka atau langsung kirim email&lt;br /&gt;ke info@tunascendikia.org.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah sedikit melakukan diskusi awal, akhirnya didapat beberapa nama yang menjadi pilihan untuk&lt;br /&gt;subdomain.FUPEI.COM nanti yang isinya berhubungan dengan perkembangan projek, sudah dibuka polling&lt;br /&gt;sehingga FUPEIs bisa langsung ikut menentukan subdomain apa yang akan di dipakai nantinya.&lt;br /&gt;Langsung aja login dan tentukan pilihan kamu, untuk melihat hasil polling bisa dilihat di&lt;br /&gt;http://www.fupei.com/index.php?module=advanced_polls&amp;amp;func=display&amp;amp;pollid=2&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kamu ketinggalan mengenai diskusi sebelumnya di Forum, kamu bisa langsung klik&lt;br /&gt;http://www.fupei.com/modules.php?op=modload&amp;amp;name=XForum&amp;amp;file=viewthread&amp;amp;tid=2083&lt;br /&gt;untuk melihat perkembangan dari diskusi kita. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi kalo nggak sekarang, kapan lagi? Ayo sama-sama kita membantu sesama, terutama adik-adik&lt;br /&gt;kita yang membutuhkan. &lt;br /&gt;Without friends, we're nothing!!!&lt;/p&gt;
</description>
</item>
<item>
<guid isPermaLink="true">http://simapi.blogspirit.com/archive/2005/06/21/lima_cara_memperbaiki_nasib_anda.html</guid>
<title>LIMA CARA MEMPERBAIKI NASIB ANDA</title>
<link>http://simapi.blogspirit.com/archive/2005/06/21/lima_cara_memperbaiki_nasib_anda.html</link>
<author>noreply@blogspirit.com ()</author>
<category>Books</category>
<pubDate>Tue, 21 Jun 2005 19:34:40 +0900</pubDate>
<description>
LIMA CARA MEMPERBAIKI NASIB ANDA &lt;br /&gt;Oleh : WAYNE W. DYER&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa Ada Orang Bernasib Mujur dari Sesamanya ?&lt;br /&gt;1.BINALAH PERSAHATAN SEBANYAK MUNGKIN&lt;br /&gt;Pada dasarnya orang-orang paling beruntung dalam hidupnya biasanya adalah orang yang punya banyak teman dan kenalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.HARGAI FIRASAT-FIRASAT ANDA&lt;br /&gt;Firasat adalah suatu kesimpulan yang didasaerkan atas fakta-fakta yang secara tepat diamati, disimpan, dan diproses dalam pikiran-pikiran kita kenali. Firasat tersebut merupakan fakta-fakta yang kita kenali secara sadar karena tersimpan dengan rapih dalam tingkat alam bawah sadar kita. Ada dua hal yang harus anda ingat pertama, jangan pernah menganggap firasat-firasat tentang apapun juga sebagai semacam rotre, undian atau mesin judi. Firasat-firasat sama sekali tidak mungkin bersumber dari kolom kenyataan yang tersembunyi dalam diri kita, karena tidak ada fakta. Kedua, jangan kacaukan firasat yang buruk , semata merupakan harapan-harapan tersamar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.MILIKILAH KEBERANIAN&lt;br /&gt;Biasanya orang-orang yang beruntung dalam hidupnya adalah orang-orang yang memiliki keberanian dan mereka yang paling penakut, biasanya menjadi orang yang paling tidak beruntung.&lt;br /&gt;Keberuntungan mungkin menciptakan keberanian dan sebaliknya, keberanian juga membantu menciptakan keberuntungan. Untuk dapat bertindak dengan berani, ikutilah aturan-aturan sebagi barikut :&lt;br /&gt;a.Bersiaplah untuk menempuh jalan yang berkelok-kelok untuk melompat menuju arah yang baru bila kesempatan emas menanti didepan mata anda. &lt;br /&gt;b.Kenalilah perbedaan antara tindakan yang berani dan tindakan yang gegabah. Bila anda mempertaruhkan hidup anda pada suatu spekulasi yang luar biasa sebagi landasan dan kemudian ternyata anda kehilangan segala sesuatu, itu namanya  “GEGABAH “.    &lt;br /&gt; Bila anda bersedia menerima menerima suatu tawaran kerja baru yang penuh tantangan meskipun anda dipenuhi kekwatiran. Kalau-kalau anda terpelesat ke jenjang ketidaktahuan, itu yang disebut “BERANI ” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.TEKAN KERUGIAN-KERUGIAN SEMINIM-MINIM MUNGKIN&lt;br /&gt;Orang-orang yang beruntung adalah orang-orang yang berhasil menyingkirkan nasib buruk, sebelum nasib buruk tersebut menjadi lebih buruk lagi. Hal ini seolah-olah merupakan taktik yang sederhana, namun banyak orang terutama yang bernasib tidak mujur nampaknya tidak pernah menguasai taktik tersebut. Mujur, nampaknya tidak pernah menguasai taktik tersebut.  Hampir selalu ada saat untuk memulai setiap kegiatan ada untung yang akan membawa kerugian yang sangat kecil atau bahkan tidak ada sama sekali. Namun saat tersebut, mungkin akan berlalu dengan cepat. Setelah waktu tersebut berlalu sangat cepat. Namun anda tidak dapat berbuat apa-apa lagi, karena semuanya telah berlalu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.BERSIAPLAH UNTUK MENGHADAPI BERBAGAI MASALAH YANG TIMBUL&lt;br /&gt;Kebanyakan orang yang beruntung dalam hidupnya sangat waspada dalam menjaganya terhadap serangan-serangan, melatihnya setiap hari agar pesimisme ini tetap condong dan dan keras, Paul  Getty, menyatakan : Bila saya memasuki urusan bisnis pikiran-pikiran utama saya bergerak pada bagaimana cara untuk menyelamatkan diri bila segala sesuatunya ternyata menjadi gagal total. Penggunaan pesimisme di kalangan orang-orang yang beruntung dikatakan sebagai Hukum MURPHI. “Bila sesuatu dapat mejadi berantakan, maka sesuatu itu benar-benar berantakan, Karena itu, jangan pernah beranggapan bahwa diri anda adalah kesayangan Sang Nabib Mujur” &lt;br /&gt;Jangan pernah lengah, tetaplah terjaga-jaga. Para pria dan wanita yang mendapatkan nasib baik sadar sepenuhnya nasib baik, yang sepenuhnya berada dibawah control pemiliknya. Bila Anda berpegang teguh pada illusi control, anda anda tidak akan membangun kubu pertahanan terhadap nasib buruk, dan bila nasib buruk menghantam kehidupan anda akan menjadi patah semangat sehingga, tidak mampu berreaksi dalam cara-cara yang berguna. &lt;br /&gt;Orang yang beruntung adalah mereka yang mejadi alasan mengapa mereka tidak pernah dianggap bahwa mereka tahu dengan pasti bahwa “Sang Keberuntungan Senantiasa Berubah-ubah ”&lt;br /&gt;
</description>
</item>
</channel>
</rss>