Ok

By continuing your visit to this site, you accept the use of cookies. These ensure the smooth running of our services. Learn more.

Perhitungan Jawa

 


Tanggal:    

Wuku Langkir - Batara Kala


Karya Herjaka HS (1993) www.tembi.org

Wuku Langkir mengambil nama dari anak Prabu Watugunung dan Dewi Sinta yang kesebelas.

Ciri-ciri, keberuntungannya, perwatakan dan sikap Wuku Langkir adalah sesuai dengan penggambaran watak dari Batara Kala yaitu:
Dewa yang menaungi wuku Langkir adalah Batara Kala
Kelebihannya: pemberani, ditakuti orang
Kekurangannya: tidak memikirkan diri sendiri, cenderung nekat. Mempunyai watak iri dengki sehingga tidak dapat dijadikan pelindung
Pohonnya adalah Pohon Cemara menumpang di pohon Ingas, mempunyai watak hatinya panas, tidak baik didekati karena dapat terkena imbasnya. Orang yang berada alam naungan Wuku Langkir tidak dapat diharapkan pertolongannya.
Burungnya adalah burung Puyuh. wataknya tidak takut kepada siapa pun termasuk musuhnya.
Bencananya : berkelahi dan kecurian.
Hari naas : Sabtu Pahing.
Hari baik : tidak menentu.
Untuk mencegah agar terhindar dari celaka perlu mengupayakan slametan. Caranya adalah membuat Nasi Gurih sapitrah (3,5 kg) dengan cara diliwet/dimasak dengan cara di-dang (memakai kukusan), lauknya daging kambing dimasak lembaran, serta ikan air tawar dan gudangan mentah disertai doa keselamatan.

Selain itu, setelah slametan selama 7 hari yang bersangkutan tidak boleh pergi ke arah Tenggara, karena letak Kala berada di Barat Laut.

Rumus-rumus yang berhubungan dengan perhitungan wuku adalah sebagai

 

The comments are closed.