Books - Page 3
-
Cinta Tak Bersyarat
Saya akan menurunkan Berita yang bercerita tentang LOVE YOUR SELF"Kapankah seseorang mulai mencintai atau membenci dirinya sendirinya ? Jawabannya adalah "mulai dari masa kecilnya". Ketika seorang anak dilahirkan, ia begitu baik, menarik dan berharga, butuh kasih sayang, bagai sebuah permata.Namun pada saat lahir, sibayi tidak mengetahui apapun tentang dirinya. Ia tidak tahu apakah dirinya baik atau buruk, pantas dicintai atau dibenci, diahrgai atau tidak. Selain itu dalam hubungannya dengan orang lain, ia tidak tahu apakah lebih baik atau lebih buruk, lebih unggul atau lebih rendah. Ia tidak tahu apakah ia memiliki harga diri atau tidak. Bagaimana prosesnya sehingga akhirnya ia mampu mengenali diri sendiri, dan membentuk konsep diri ? Bagaimana caranya ia menemukan identitas dirinya ? Bagaimanan mengetahui dirinya berharga atau tidak ?Baru setelah terjalin hubungan antar pribadi, ia bisa mengenal, mencintai, atau membenci dirinya sendiri. Yang pertama kali tenti kedua orangtuanya. Mereka biasanya menjadi pengaruh uatama dalam pencarian identitas diri, dan juga dalam pembentukan konsep dirinya. Pengaruh lain adalah saudara, laki-laki maupun perempuan, bibi, teman, kakek, nenek, lengkungan sekitarnya, televisi, pastor, imam, ulama, serta semua orang lain yang dijumpanya. Namun dalam kenyataanya penulis buku ini melihat dan mengamati bahwa orangtualah yang lebih berperan dalam pembentukan kepribadian.Selnjutnya akan dilanjutkan dengan bagian-bagianny sebagai berikut :1. Cinta Orangtua2. Cinta Bersyarat3. Menguasai Secara Halus4. Sebuah PermataAkan bersambung ..................,Jack Dogomo -
Renungkan Deh.....
Nice words lahhhh...
Bukan berat Beban yang membuat kita Stress, tetapi lamanya kita memikul beban tersebut. -
Ayo support kegiatan sosial FUPEI(dot)COM
Ada dua persoalan urgen yang sedang dialami dan sampai sekarang belum ditemukan obat yang paling
pas diterapkan pada bangsa Indonesia. Kemiskinan dan Kebodohan. Pernyataan tersebut dikemukankan
Albert Lo dari Toymaster, yang saya kutip dari tulisan Widi Yarmanto di Gatra.
Jangan panik atau malas dulu memikirkan. Paling tidak dengan membaca terus tulisan ini masih ada sedikit keinginan untuk memperbaiki. Sekarang yang harus dilakukan adalah bagaimana meyakinkan sesama
bangsa, atau paling tidak orang terdekat. Walaupun terlihat masalah semakin kompleks dan terlalu
besar untuk ditanggullangi, kita masih punya secercah harapan untuk bisa merubah keadaan.
Bayangkan satu pertandingan sepak bola atau bulu tangkis. Dimana salah satu bagian yang sangat
tidak diunggulkan tiba-tiba mendapat angin. Akhirnya berhasil membalik keadaan memenangkan
pertarungan. Sudah banyak kita melihat secara langsung maupun di televisi kejadian ini di depan
mata.
Tanamkanlah semangat pantang menyerah dalam diri dan anak-anak kita. Yakinlah suatu saat akan ada
satu angin yang akan menjadi satu kekuatan dahsyat yang akan membawa bangsa ini, secara perlahan-lahan, keluar dari kebodohan dan kemiskinan.
Persiapkan mental untuk setidaknya lakukan hal-hal sederhana yang sebenarnya sudah lama menjadi
bagian dari jiwa kita. Lakukan kebaikan. Lakukan terhadap siapa aja. Albert mengatakan Tuhan
menciptakan kebaikan itu universal. Kalau manusia sudah mulai terkotak-kotak, maka kebaikan yang
diwujudkan pasti berpamrih. Kebaikan yang anda lakukan mudah-mudahan bisa menulari keluarga dan
teman-teman disekitar.
Dari kebaikan satu dua orang lama-lama menjadi kebaikan kolektif yang melahirkan suatu angin
kekuatan pemberantas kemiskinan dan kebodohan. Ingat, kita tidak akan pernah tahu siapa yang akan
menolong kita nanti, siapa yang akan mengajak anak-anak kita nanti bekerja, siapa yang akan
menjadi dokter bagi istri atau suami kita atau siapa yang akan menjadi orang tidak dikenal yang
sudah membantu cucu kita terhindar dari kecelakaan…-----
Tulisan diatas saya quote dari artikel di http://www.tunascendikia.org, yaitu sebuah website
organisasi nonprofit yang peduli terhadap pendidikan anak-anak di Indonesia Lalu jadi kepikiran, kalau mereka bisa? kenapa kita nggak? dan akhirnya mencoba untuk bertukar pikiran dengan pihak mereka, sekarang aku mau coba ajak FUPEIs bersama-sama yuk kita bikin semacam projek sosial FUPEIs, dengan arahan dari YTC
karena mereka sudah berpengalaman, kira2 apa yang bisa kita lakukan bareng2 lewat FUPEIs?
Untuk kejelasannya apakah FUPEI dengan YTC akan bersama-sama menjalankan projek sosial ini
kedepan, kamu bisa langsung hubungin pihak YTC melalui website mereka atau langsung kirim email
ke info@tunascendikia.org.
Setelah sedikit melakukan diskusi awal, akhirnya didapat beberapa nama yang menjadi pilihan untuk
subdomain.FUPEI.COM nanti yang isinya berhubungan dengan perkembangan projek, sudah dibuka polling
sehingga FUPEIs bisa langsung ikut menentukan subdomain apa yang akan di dipakai nantinya.
Langsung aja login dan tentukan pilihan kamu, untuk melihat hasil polling bisa dilihat di
http://www.fupei.com/index.php?module=advanced_polls&func=display&pollid=2
Kalau kamu ketinggalan mengenai diskusi sebelumnya di Forum, kamu bisa langsung klik
http://www.fupei.com/modules.php?op=modload&name=XForum&file=viewthread&tid=2083
untuk melihat perkembangan dari diskusi kita.
Jadi kalo nggak sekarang, kapan lagi? Ayo sama-sama kita membantu sesama, terutama adik-adik
kita yang membutuhkan.
Without friends, we're nothing!!! -
LIMA CARA MEMPERBAIKI NASIB ANDA
LIMA CARA MEMPERBAIKI NASIB ANDA
Oleh : WAYNE W. DYER
Mengapa Ada Orang Bernasib Mujur dari Sesamanya ?
1. BINALAH PERSAHATAN SEBANYAK MUNGKIN
Pada dasarnya orang-orang paling beruntung dalam hidupnya biasanya adalah orang yang punya banyak teman dan kenalan.
2. HARGAI FIRASAT-FIRASAT ANDA
Firasat adalah suatu kesimpulan yang didasaerkan atas fakta-fakta yang secara tepat diamati, disimpan, dan diproses dalam pikiran-pikiran kita kenali. Firasat tersebut merupakan fakta-fakta yang kita kenali secara sadar karena tersimpan dengan rapih dalam tingkat alam bawah sadar kita. Ada dua hal yang harus anda ingat pertama, jangan pernah menganggap firasat-firasat tentang apapun juga sebagai semacam rotre, undian atau mesin judi. Firasat-firasat sama sekali tidak mungkin bersumber dari kolom kenyataan yang tersembunyi dalam diri kita, karena tidak ada fakta. Kedua, jangan kacaukan firasat yang buruk , semata merupakan harapan-harapan tersamar.
3. MILIKILAH KEBERANIAN
Biasanya orang-orang yang beruntung dalam hidupnya adalah orang-orang yang memiliki keberanian dan mereka yang paling penakut, biasanya menjadi orang yang paling tidak beruntung.
Keberuntungan mungkin menciptakan keberanian dan sebaliknya, keberanian juga membantu menciptakan keberuntungan. Untuk dapat bertindak dengan berani, ikutilah aturan-aturan sebagi barikut :
a. Bersiaplah untuk menempuh jalan yang berkelok-kelok untuk melompat menuju arah yang baru bila kesempatan emas menanti didepan mata anda.
b. Kenalilah perbedaan antara tindakan yang berani dan tindakan yang gegabah. Bila anda mempertaruhkan hidup anda pada suatu spekulasi yang luar biasa sebagi landasan dan kemudian ternyata anda kehilangan segala sesuatu, itu namanya “GEGABAH “.
Bila anda bersedia menerima menerima suatu tawaran kerja baru yang penuh tantangan meskipun anda dipenuhi kekwatiran. Kalau-kalau anda terpelesat ke jenjang ketidaktahuan, itu yang disebut “BERANI ”
4. TEKAN KERUGIAN-KERUGIAN SEMINIM-MINIM MUNGKIN
Orang-orang yang beruntung adalah orang-orang yang berhasil menyingkirkan nasib buruk, sebelum nasib buruk tersebut menjadi lebih buruk lagi. Hal ini seolah-olah merupakan taktik yang sederhana, namun banyak orang terutama yang bernasib tidak mujur nampaknya tidak pernah menguasai taktik tersebut. Mujur, nampaknya tidak pernah menguasai taktik tersebut. Hampir selalu ada saat untuk memulai setiap kegiatan ada untung yang akan membawa kerugian yang sangat kecil atau bahkan tidak ada sama sekali. Namun saat tersebut, mungkin akan berlalu dengan cepat. Setelah waktu tersebut berlalu sangat cepat. Namun anda tidak dapat berbuat apa-apa lagi, karena semuanya telah berlalu.
5. BERSIAPLAH UNTUK MENGHADAPI BERBAGAI MASALAH YANG TIMBUL
Kebanyakan orang yang beruntung dalam hidupnya sangat waspada dalam menjaganya terhadap serangan-serangan, melatihnya setiap hari agar pesimisme ini tetap condong dan dan keras, Paul Getty, menyatakan : Bila saya memasuki urusan bisnis pikiran-pikiran utama saya bergerak pada bagaimana cara untuk menyelamatkan diri bila segala sesuatunya ternyata menjadi gagal total. Penggunaan pesimisme di kalangan orang-orang yang beruntung dikatakan sebagai Hukum MURPHI. “Bila sesuatu dapat mejadi berantakan, maka sesuatu itu benar-benar berantakan, Karena itu, jangan pernah beranggapan bahwa diri anda adalah kesayangan Sang Nabib Mujur”
Jangan pernah lengah, tetaplah terjaga-jaga. Para pria dan wanita yang mendapatkan nasib baik sadar sepenuhnya nasib baik, yang sepenuhnya berada dibawah control pemiliknya. Bila Anda berpegang teguh pada illusi control, anda anda tidak akan membangun kubu pertahanan terhadap nasib buruk, dan bila nasib buruk menghantam kehidupan anda akan menjadi patah semangat sehingga, tidak mampu berreaksi dalam cara-cara yang berguna.
Orang yang beruntung adalah mereka yang mejadi alasan mengapa mereka tidak pernah dianggap bahwa mereka tahu dengan pasti bahwa “Sang Keberuntungan Senantiasa Berubah-ubah ”