09/26/2005
Menulis Karangan Untuk PERS
19:34 Posted in Books | Permalink | Comments (1) | Email this | Tags: IPMANAB
09/23/2005
Nasib Anak Bodoh dan Tidak Jenius Indonesia
Bukan cerita baru tetapi sudah menjadi cerita lama yang telah mendarah daging setiap insan manusia yang hidup dibumi atau jagad raya yang penuh dengan duka dan derita hidup ini terutama lagi manusia yang hidup di Indonesia.
16:15 Posted in Books | Permalink | Comments (1) | Email this | Tags: IPMANAB
09/04/2005
Papua - En.wikipedia
Papua (Indonesian province)
From Wikipedia, the free encyclopedia.
Papua is a province of Indonesia comprising part of the western half of the island of New Guinea and nearby islands (see also Western New Guinea).
The name Papua may also refer to either the entire island of New Guinea or to the southern half of the neighboring country of Papua New Guinea. The name West Papua is preferred among nationalists who hope to separate from Indonesia and form their own country (the region was promised a referendum on independence from the Netherlands). The province was known as West Irian or Irian Barat from 1969 to 1973—Irian is the Indonesian term for the island of New Guinea. It was then renamed Irian Jaya (roughly translated, "Victorious Irian") by Suharto, a name that remained in official use until 2002. During the colonial era the region was known as Dutch New Guinea or Netherlands New Guinea.
The province originally covered the entire western half of New Guinea, but in 2003, the western portion of the province, on the Bird's Head Peninsula, was made a separate province named West Irian Jaya.
Netherlands New Guinea
From Wikipedia, the free encyclopedia.
Netherlands New Guinea was the official name of western New Guinea while it was a colonial possession of the Netherlands. It was commonly known as Dutch New Guinea. It is now a province of Indonesia known as Papua.
From 1898 to 1949 Dutch New Guinea was governed as part of the Dutch East Indies.
In 1949, when the rest of the Dutch East Indies became fully independent as Indonesia, the Dutch retained sovereignty over western New Guinea, and took steps to prepare it for independence as a separate country. Some five thousand teachers were flown there. The Dutch put an emphasis upon political, business, and civic skills. The first local naval cadets graduated in 1955 and the first army brigade become operational in 1956.
Elections were held across Dutch New Guinea in 1959 and an elected council officially took office on April 5, 1961, to prepare for full independence by the end of that decade. The Dutch endorsed the council's selection of a new national anthem and the Morning Star as the new national flag on December 1, 1961.
Indonesia invaded the region on December 18, 1961. After an armed conflict the territory was placed under United Nations administration in October 1962 before being transferred to Indonesia in May 1963. The territory was formally annexed by Indonesia in 1969 after a controversial plebiscite was conducted by the Indonesian military.
See also: Papua (Indonesian province); Western New Guinea
JIAK
Sumber : http://en.wikipedia.org/wiki/Papua_(Indonesian_province)
21:15 Posted in Books | Permalink | Comments (0) | Email this | Tags: IPMANAB
08/29/2005
Kumpulan masalah Papua
Beberapa kumpulan Masalah mengenai Papua yang dirangkum di dalam beberapa surat kabar, namun saya dari Koran Tempo belum aku masukin karena waktu membuat saya lagian kekuarangan dana untuk membiayai update berita jadi minta maaf yang se dalam-dalam hingga 1000 km meter. ingin mau baca silahkan download ada ok kumpulan_masalah_papua.doc .
Masih ada lagi yang berhubungan dengan maslah Papua download aja Mang jika anda tidak mau ketinggalan berita perkembangan Papua august_6_and_the_barbarians_of_the_dark_ages_papua.doc
Barangkali anda tidak bosan untuk membaca dan mengklik kesana - kesini ok bos dagggggg<<<<<<<<<<:::::::::....
JIAK
23:09 Posted in Books | Permalink | Comments (0) | Email this | Tags: IPMANAB
07/30/2005
Cinta Tak Bersyarat
00:46 Posted in Books | Permalink | Comments (0) | Email this | Tags: IPMANAB
07/12/2005
Renungkan Deh.....
Nice words lahhhh...
Bukan berat Beban yang membuat kita Stress, tetapi lamanya kita memikul beban tersebut.Stephen Covey
Pada saat memberikan kuliah tentang Manajemen Stress, Stephen Covey mengangkat segelas air dan bertanya kepada para siswanya: "Seberapa berat menurut anda kira segelas air ini?" Para siswa menjawab mulai dari 200 gr sampai 500 gr. "Ini bukanlah masalah berat absolutnya,tapi tergantung berapa lama anda memegangnya." kata Covey.
"Jika saya memegangnya selama 1 menit, tidak ada masalah. Jika saya memegangnya selama 1 jam, lengan kanan saya akan sakit. Dan jika saya memegangnya selama 1 hari penuh, mungkin anda harus memanggilkan ambulans untuk saya. Beratnya sebenarnya sama, tapi semakin lama saya memegangnya, maka bebannya akan semakin berat."
"Jika kita! membawa beban kita terus menerus, lambat laun kita tidak akan mampu membawanya lagi. Beban itu akan meningkat beratnya." lanjut Covey. "Apa yang harus kita lakukan adalah meletakkan gelas tersebut, istirahat sejenak sebelum mengangkatnya lagi". Kita harus meninggalkan beban kita secara periodik, agar kita dapat lebih segar dan mampu membawanya lagi.
Jadi sebelum pulang ke rumah dari pekerjaan sore ini, tinggalkan beban pekerjaan. Jangan bawa pulang. Beban itu dapat diambil lagi besok. Apapun beban yang ada dipundak anda hari ini, coba tinggalkan sejenak jika bisa. Setelah beristirahat nanti dapat diambil lagi.
Hidup ini singkat, jadi cobalah menikmatinya dan memanfaatkannya...!! Hal terindah dan terbaik di dunia ini tak dapat dilihat, atau disentuh, tapi dapat dirasakan jauh di relung hati kita.
Start the day with smile and have a good day.......
22:24 Posted in Books | Permalink | Comments (0) | Email this | Tags: IPMANAB
07/03/2005
Ayo support kegiatan sosial FUPEI(dot)COM
Ada dua persoalan urgen yang sedang dialami dan sampai sekarang belum ditemukan obat yang paling
pas diterapkan pada bangsa Indonesia. Kemiskinan dan Kebodohan. Pernyataan tersebut dikemukankan
Albert Lo dari Toymaster, yang saya kutip dari tulisan Widi Yarmanto di Gatra.
Jangan panik atau malas dulu memikirkan. Paling tidak dengan membaca terus tulisan ini masih ada sedikit keinginan untuk memperbaiki. Sekarang yang harus dilakukan adalah bagaimana meyakinkan sesama
bangsa, atau paling tidak orang terdekat. Walaupun terlihat masalah semakin kompleks dan terlalu
besar untuk ditanggullangi, kita masih punya secercah harapan untuk bisa merubah keadaan.
Bayangkan satu pertandingan sepak bola atau bulu tangkis. Dimana salah satu bagian yang sangat
tidak diunggulkan tiba-tiba mendapat angin. Akhirnya berhasil membalik keadaan memenangkan
pertarungan. Sudah banyak kita melihat secara langsung maupun di televisi kejadian ini di depan
mata.
Tanamkanlah semangat pantang menyerah dalam diri dan anak-anak kita. Yakinlah suatu saat akan ada
satu angin yang akan menjadi satu kekuatan dahsyat yang akan membawa bangsa ini, secara perlahan-lahan, keluar dari kebodohan dan kemiskinan.
Persiapkan mental untuk setidaknya lakukan hal-hal sederhana yang sebenarnya sudah lama menjadi
bagian dari jiwa kita. Lakukan kebaikan. Lakukan terhadap siapa aja. Albert mengatakan Tuhan
menciptakan kebaikan itu universal. Kalau manusia sudah mulai terkotak-kotak, maka kebaikan yang
diwujudkan pasti berpamrih. Kebaikan yang anda lakukan mudah-mudahan bisa menulari keluarga dan
teman-teman disekitar.
Dari kebaikan satu dua orang lama-lama menjadi kebaikan kolektif yang melahirkan suatu angin
kekuatan pemberantas kemiskinan dan kebodohan. Ingat, kita tidak akan pernah tahu siapa yang akan
menolong kita nanti, siapa yang akan mengajak anak-anak kita nanti bekerja, siapa yang akan
menjadi dokter bagi istri atau suami kita atau siapa yang akan menjadi orang tidak dikenal yang
sudah membantu cucu kita terhindar dari kecelakaan…
-----
Tulisan diatas saya quote dari artikel di http://www.tunascendikia.org, yaitu sebuah website
organisasi nonprofit yang peduli terhadap pendidikan anak-anak di Indonesia Lalu jadi kepikiran, kalau mereka bisa? kenapa kita nggak? dan akhirnya mencoba untuk bertukar pikiran dengan pihak mereka, sekarang aku mau coba ajak FUPEIs bersama-sama yuk kita bikin semacam projek sosial FUPEIs, dengan arahan dari YTC
karena mereka sudah berpengalaman, kira2 apa yang bisa kita lakukan bareng2 lewat FUPEIs?
Untuk kejelasannya apakah FUPEI dengan YTC akan bersama-sama menjalankan projek sosial ini
kedepan, kamu bisa langsung hubungin pihak YTC melalui website mereka atau langsung kirim email
ke info@tunascendikia.org.
Setelah sedikit melakukan diskusi awal, akhirnya didapat beberapa nama yang menjadi pilihan untuk
subdomain.FUPEI.COM nanti yang isinya berhubungan dengan perkembangan projek, sudah dibuka polling
sehingga FUPEIs bisa langsung ikut menentukan subdomain apa yang akan di dipakai nantinya.
Langsung aja login dan tentukan pilihan kamu, untuk melihat hasil polling bisa dilihat di
http://www.fupei.com/index.php?module=advanced_polls&func=display&pollid=2
Kalau kamu ketinggalan mengenai diskusi sebelumnya di Forum, kamu bisa langsung klik
http://www.fupei.com/modules.php?op=modload&name=XForum&file=viewthread&tid=2083
untuk melihat perkembangan dari diskusi kita.
Jadi kalo nggak sekarang, kapan lagi? Ayo sama-sama kita membantu sesama, terutama adik-adik
kita yang membutuhkan.
Without friends, we're nothing!!!
15:10 Posted in Books | Permalink | Comments (0) | Email this
06/21/2005
LIMA CARA MEMPERBAIKI NASIB ANDA
LIMA CARA MEMPERBAIKI NASIB ANDA
Oleh : WAYNE W. DYER
Mengapa Ada Orang Bernasib Mujur dari Sesamanya ?
1. BINALAH PERSAHATAN SEBANYAK MUNGKIN
Pada dasarnya orang-orang paling beruntung dalam hidupnya biasanya adalah orang yang punya banyak teman dan kenalan.
2. HARGAI FIRASAT-FIRASAT ANDA
Firasat adalah suatu kesimpulan yang didasaerkan atas fakta-fakta yang secara tepat diamati, disimpan, dan diproses dalam pikiran-pikiran kita kenali. Firasat tersebut merupakan fakta-fakta yang kita kenali secara sadar karena tersimpan dengan rapih dalam tingkat alam bawah sadar kita. Ada dua hal yang harus anda ingat pertama, jangan pernah menganggap firasat-firasat tentang apapun juga sebagai semacam rotre, undian atau mesin judi. Firasat-firasat sama sekali tidak mungkin bersumber dari kolom kenyataan yang tersembunyi dalam diri kita, karena tidak ada fakta. Kedua, jangan kacaukan firasat yang buruk , semata merupakan harapan-harapan tersamar.
3. MILIKILAH KEBERANIAN
Biasanya orang-orang yang beruntung dalam hidupnya adalah orang-orang yang memiliki keberanian dan mereka yang paling penakut, biasanya menjadi orang yang paling tidak beruntung.
Keberuntungan mungkin menciptakan keberanian dan sebaliknya, keberanian juga membantu menciptakan keberuntungan. Untuk dapat bertindak dengan berani, ikutilah aturan-aturan sebagi barikut :
a. Bersiaplah untuk menempuh jalan yang berkelok-kelok untuk melompat menuju arah yang baru bila kesempatan emas menanti didepan mata anda.
b. Kenalilah perbedaan antara tindakan yang berani dan tindakan yang gegabah. Bila anda mempertaruhkan hidup anda pada suatu spekulasi yang luar biasa sebagi landasan dan kemudian ternyata anda kehilangan segala sesuatu, itu namanya “GEGABAH “.
Bila anda bersedia menerima menerima suatu tawaran kerja baru yang penuh tantangan meskipun anda dipenuhi kekwatiran. Kalau-kalau anda terpelesat ke jenjang ketidaktahuan, itu yang disebut “BERANI ”
4. TEKAN KERUGIAN-KERUGIAN SEMINIM-MINIM MUNGKIN
Orang-orang yang beruntung adalah orang-orang yang berhasil menyingkirkan nasib buruk, sebelum nasib buruk tersebut menjadi lebih buruk lagi. Hal ini seolah-olah merupakan taktik yang sederhana, namun banyak orang terutama yang bernasib tidak mujur nampaknya tidak pernah menguasai taktik tersebut. Mujur, nampaknya tidak pernah menguasai taktik tersebut. Hampir selalu ada saat untuk memulai setiap kegiatan ada untung yang akan membawa kerugian yang sangat kecil atau bahkan tidak ada sama sekali. Namun saat tersebut, mungkin akan berlalu dengan cepat. Setelah waktu tersebut berlalu sangat cepat. Namun anda tidak dapat berbuat apa-apa lagi, karena semuanya telah berlalu.
5. BERSIAPLAH UNTUK MENGHADAPI BERBAGAI MASALAH YANG TIMBUL
Kebanyakan orang yang beruntung dalam hidupnya sangat waspada dalam menjaganya terhadap serangan-serangan, melatihnya setiap hari agar pesimisme ini tetap condong dan dan keras, Paul Getty, menyatakan : Bila saya memasuki urusan bisnis pikiran-pikiran utama saya bergerak pada bagaimana cara untuk menyelamatkan diri bila segala sesuatunya ternyata menjadi gagal total. Penggunaan pesimisme di kalangan orang-orang yang beruntung dikatakan sebagai Hukum MURPHI. “Bila sesuatu dapat mejadi berantakan, maka sesuatu itu benar-benar berantakan, Karena itu, jangan pernah beranggapan bahwa diri anda adalah kesayangan Sang Nabib Mujur”
Jangan pernah lengah, tetaplah terjaga-jaga. Para pria dan wanita yang mendapatkan nasib baik sadar sepenuhnya nasib baik, yang sepenuhnya berada dibawah control pemiliknya. Bila Anda berpegang teguh pada illusi control, anda anda tidak akan membangun kubu pertahanan terhadap nasib buruk, dan bila nasib buruk menghantam kehidupan anda akan menjadi patah semangat sehingga, tidak mampu berreaksi dalam cara-cara yang berguna.
Orang yang beruntung adalah mereka yang mejadi alasan mengapa mereka tidak pernah dianggap bahwa mereka tahu dengan pasti bahwa “Sang Keberuntungan Senantiasa Berubah-ubah ”
19:34 Posted in Books | Permalink | Comments (0) | Email this | Tags: IPMANAB



