05/20/2006
Paling Murah Meriah
Ada yang sedang jual Nokia 7610 terbaru tapi dengan catatan harus murah meriah karena ada yang sedang mencari cepat silahkan inormasikan lewat ini juga. Sedang ditunggu yah ?
Ada berita penting silahkan buka http://www.reliefweb.int/rw/res.nsf/db900SID/OCHA-6PWAR3?..., Ada juga sebagai berikut : http://unjobs.org/vacancies/1147968260.23
Jack
23:55 Posted in Blog | Permalink | Comments (0) | Email this | Tags: IPMANAB
10/06/2005
Susah Membedakan antara Masyarakat Miskin dan Kaya
17:39 Posted in Blog | Permalink | Comments (0) | Email this | Tags: IPMANAB
08/26/2005
“Konsep Seperti Apa yang cocok Untuk Membangun Papua Secara Menyeluruh untuk Menjawab Tantangan Era Globalisasi”
Berbagai daya upaya sedang dilakukan baik oleh Pemerintah Pusat, Pemerintah Daera hmaupun Lembaga-lembaga yang sangat peduli terhadap Papua untuk meredam gejolak yang terjadi di Tanah Papua guna membangun Papua seutuhnya
Barangkali saya hnya memberikan goresan secara umu untuk membangun Papua adalah " KONSEP PEMBANGUNAN (PEMBERDAYAAN MAYARAKAT) Papua berbasiskan Budaya Papua"
Selengkapnya silahkan download dibawa ini jika saudara dan rekan-rekan ingin mau membacanya ??
konsep_yang_bagaimana_untuk_memberdayakan_masyarakat_papua.doc
Semoga berguna untuk kedepannya :::::::::::::::..................
Jack Dogomo
00:05 Posted in Blog | Permalink | Comments (0) | Email this | Tags: IPMANAB
08/04/2005
Kapolri Minta Tetap Dalam Wadah NKRI
Ilegal Logging ///
18:59 Posted in Blog | Permalink | Comments (0) | Email this | Tags: IPMANAB
Ada Pihak Tertentu Ingin Kacaukan Papua
Kamis, 04 Agustus 2005
*Modusnya Menyebarkan Isu Lewat Selebaran
SEMENTARA itu Els-HAM Papua menilai perkembangan situasi politik di Papua pada empat bulan terakhir ini semakin memanas. Bahkan, menjelang 15 Agustus sebagai tanggal yang diagendakan Dewan Adat Papua (DAP) untuk mengembalikan Otonomi Khusus (Otsus) ke pemerintah pusat di Jakarta, telah mengundang banyak isu yang meresahkan seluruh rakyat Papua.
Demikian disampaikan Ketua BPH Els-HAM Papua, Drs Allosysius Rewarin, SH kepada wartawan pada acara konferensi pers di Kantor Els-HAM Papua, Rabu (3/8) kemarin. Ia mengatakan, ada pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab memanfaatkan situasi di Papua segaja memperkeruh suasana dengan menyebarkan sejumlah selebaran di seluruh Tanah Papua.
Isinya selebaran itu menurut dia, mencoba memprovokasi rakyat Papua untuk melakukan tindakan-tindakan anarkis yang mengarah kepada konflik SARA, seperti yang pernah terjadi di Ambon, Poso. Termasuk konflik politik seperti yang terjadi di Aceh antara TNI dan GAM. "Isu-isu tersebut, seperti tanggal 15 Agustus 2005 akan dilaksanakan referendum bagi bangsa Papua untuk menentukan apakah rakyat Papua tetap bergabung dengan NKRI atau berdiri sendiri. Bahkan isu yang dihembuskan adalah adanya pasukan PBB akan tiba di Papua tanggal 12 Agustus 2005," kata A Rewarin.
Selaian itu, lanjutnya, dikatakan bahwa Tom Beanal telah bertemu dengan Kongres Amerika Serikat untuk meminta referendum bagi bangsa Papua Barat pada bulan Agustus, juga muncul selebaran yang isinya memuat tentang kalender perjuangan Papua yang di dalamnya memuat tentang kemerdekaan Papua pada tanggal 15 Agustus 2005.
Dikatakan, dari hasil monitoring relawan Els-HAM di seluruh Tanah Papua juga melaporkan bahwa berbagai isu dan selebaran sudah sangat meresahkan seluruh rakyat yang hidup di tanah ini, baik itu orang pendatang (non Papua) maupun orang Papua asli sendiri.
Isu-isu ini, kata A Rewarin, kemudian menjadi alasan pembenaran bagi TNI/Polri, untuk menggelar ribuan pasukan dari Pantai Utara, Pengunungan Tengah, Pantai Selatan Papua hingga wilayah perbatasan NKRI dan PNG. "Hal ini diikuti dengan operasi-operasi penyamaran intelejen yang sudah merambah ke kampung-kampung di seluruh Tanah Papua, termasuk juga dengan latihan-latihan milisi di lokasi trasmigrasi di Manokwari," katanya.
Dikatakan, belum dipastikan berapa jumlah pasukan yang hadir di Papua. Tapi sumber Els-HAM di Timika melaporkan bahwa kehadiran militer di Timika diperkirakan sudah mencapai 5000 personel militer.
Terkait dengan situasi politik di Papua sejak tiga bulan terakhir dan menyikapi agenda 15 Agustus 2005, Elesham Papua menyeruhkan delapan poin seruan. Adapun delapan poin seruan yang dibacakan oleh Diaz Nwijangge antara lain; pertama, kepada semua rakyat Papua dan non Papua agar tetap menahan diri dan tidak terpancing berbagai isu provokatif yang segaja dibuat untuk memacing konflik horizontal maupun vertikal Papua.
Kedua, masyarakat diharapkan agar jangan mudah menelan berbagai isu-isu yang tidak resmi, selain yang disampaikan media resmi yang ada. Poin ketiga, kepada semua warga Papua dan non Papua diharapkan tetap menjaga Papua sebagai negeri yang damai. Keempat, kepada setiap komponen yang terlibat dalam Dewan Adat Papua (DAP) agar memberikan informasi yang bernar kepada masyarakat adat Papua.
Kelima, kepada TNI dan Polri yang bertugas di Papua diharapkan mengedepankan pendekatan persuatif dan kemanusian dalam melaksanakan tugasnya di Papua. Keenam, pemerintah Jakarta segera menarik semua pasukan non organik dari wilayah Papua. Ketujuh, segera lapor ke polisi bila ada pihak-pihak tidak bertanggung jawab yang mencoba memprovokasi warga untuk membuat kerusuhan.
Dan poin kedelapan, Gubernur Provinsi Papua DR JP Solossa, M.Si dimohon memberikan pernyataan yang tidak provokatif, sebaiknya sebagai kepala daerah harus memberikan pernyataan yang menetralisir yang sedang memanas.(ito)
Sumber - http://www.cenderawasihpos.com/Utama/h.2.html
18:33 Posted in Blog | Permalink | Comments (0) | Email this | Tags: IPMANAB


