Ok

By continuing your visit to this site, you accept the use of cookies. These ensure the smooth running of our services. Learn more.

IPMANAB - Page 3

  • Katanya Presiden Setujui untuk Penahanan dua Bupati

    Jum'at, 11 November 2005 - 06:20 AM
    Bagaimana dengan Para Bupati Koruptor yang lain masih bereliaran di Bumi Nusantara ini ?
     
    Jakarta, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menandatangani persetujuan penahanan terhadap Bupati Jayawijaya, Provinsi Papua, dan Bupati Morowali, Provinsi Sulawesi Tengah, yang diminta Kepolisian Negara Republik Indonesia.

    Mereka ditahan karena terkait kasus korupsi di kabupaten mereka masing-masing. Kedua bupati itu, yaitu Bupati Jayawijaya David Agustein Hubi dan Bupati Morowali Andi Muhammad AB, ditahan untuk keperluan penyidikan lebih lanjut yang tengah dilakukan aparat Polri.
     
     
    Bagaimana dengan BUpati lain termasuk Bupati Kabupaten Nabire yang masalahnya tidak kalah jauh dengan Bupati Wamena yang kini sedang ditangani oleh Kepolisian ?
     
    jiak/abou/doma 

  • Informasi tentang Nabire dan kroni-kroninya

    Barangkali ada teman-teman ataupun para invertor yang mau tanam saham di Kabupaten Nabire bolehlah datang kunjungi dengan meng-klik yang berikut ini Kabupaten Nabire
     
    Semoga dengan informasi dapat bermanfaat
     
    jdogomo 

  • Forum Diskusi Seputar Papua

    Untuk mengembangkan Kreatifitas, Saya ada membuat Web untuk Forum Diskusi Seputar Papua. Ada tiga buah yang saya buat buat. Barangkali ada yang membagi informasi atau menanyakan informasi Seputar Papua maupun Perkembangan Teknologi Informasi ini lah tempatnya. Ada dua yaitu : 
    Karya jiak/abou/doma 2005

  • Gempa yang terjadi di Nabire tahun 2004 yang lalu

    ACT Alert Indonesia 1/2004: Nabire residents suffering from effects of earthquake.
    Geneva, 30 November 2004 - An earthquake measuring 6.4 on the Richter ...
     
    Source: Action by Churches Together International (ACT)

    Geneva, 30 November 2004 - An earthquake measuring 6.4 on the Richter Scale rocked the coastal town of Nabire, Papua province, on 26 November. Earlier this month, earthquakes struck the island of Alor elsewhere in Indonesia, and in February of this year, Nabire itself was struck by a series of quakes that caused multiple deaths and injuries. In the latest emergency, hundreds of homes and public buildings such as mosques, churches, schools and offices were flattened or set ablaze. The death toll currently stands at 26, with hundreds suffering injuries to some extent. Infrastructure is also heavily affected, with roads rendered impassable, bridges badly damaged or collapsed, telephone and electricity lines cut and port and airport facilities damaged.

    ACT member YAKKUM Emergency Unit/CD Bethesda (YEU) reports that the most urgent needs are clean water as water pipes and tanks have been fractured by the quake; basic food items - the port is damaged and ships cannot unload their goods; and tents – people are currently seeking shelter under makeshift tents. It is estimated that available food and oil supplies will run out within a week.

    YEU plans to send medical staff, medicines, mats and medicated mosquito nets while carrying out further assessments. The initial plan is to provide health services in the form of mobile clinics. Training will be provided on first aid and basic health care. The water and sanitation problems will also be assessed. YEU plans to assist those living on the shore areas who are farthest away from community health services and where there is currently no organisation helping with food or water.

    The YEU emergency team is co-ordinating with the local government task force for disasters (SATLAK), Yayasan Primeri (the local health-related NGO), and a Catholic congregation, Sisters of ADSK in Nabire. It is currently having discussions with the local Health Department and the Community Health Centers. The plan to have health training is being discussed intensively as health is a primary need and some areas do not have access to the health center.

    The ACT Co-ordinating Office is in contact with members in Indonesia about a possible response.

    Any funding indication or pledge should be communicated to Jessie Kgoroeadira, ACT Finance Officer (jkg@act-intl.org). Thank you.

    Thank you for your attention.

    For further information please contact:
    ACT Interim Director, Jenny Borden (phone +41 22 791 6033 or mobile phone + 41 79 203 6055) or
    ACT Appeals Officer, Mieke Weeda (phone +41 22 791 6035 or mobile phone +41 79 285 2916)
    ACT Web Site address: http://www.act-intl.org

    ACT is a global alliance of churches and related agencies working to save lives and support communities in emergencies worldwide.

    The ACT Coordinating Office is based with the World Council of Churches (WCC) and The Lutheran World Federation (LWF) in Switzerland.


     

     
     
  • Gubernur Papua akan meresmikan Asrama Papua

    Ada infomarsi terbaru yang datang dari Papua yaitu Pemerintah Daerah Tk I Papua berkaitan dengan peresmian Asrama Mahasiswa Papua khusus untuk Putra yang akan berlangsung besok pada tanggal 1 November 2005. Ini merupakan hasil kerja Ikatan Mahasiswa Papua dari Pengurus yang lama. Tidak sia-sia kami yang pencetus Pembentukan Ikatan Mahasiswa Papua di Bogor pada tahun 1998 yang jumlahnya hanya 8 (delapan) orang, yang asli Putra Papua, sementara luar Papua tapi yang lahir besar di papua lebaih banyak dari kami yang asli.
    Pembentukan asrama ini di mulai pada tahun 2000 oleh Pengurus yang dipimpin oleh Frans Tekege, wakil Hendrik Fatem dan Sekretaris Jackobus A. Dogomo, waktu berjalan terus hingga terjadi kevakuman di dalam internal IMAPA maka kepemimpinanpun di ambil alih sementara pengurusan Asrama sudah berjalan waktu. Dan dia setujui oleh Pemda Tk. I sebesar Rp. 700 juta. Sementara yang menjadi pertanyaan saya adalah rumah yang baru diberli sekarang ini hanya sebesar RP. 400 juta rupiah. Terus yang sisanya kemana ? Saya tidak tahu tapi saya punya bukti kuat  jika ada yang ingin memerlukannya.
     
    jiak/abou/doma 

  • Seputar Papua di Wilayah Timika

     KAMORO Festival a celebration of indigenous culture
    Jakarta Post - Jakarta,Indonesia
    Last week, the Kamoro gathered at the riverine village of Pigapu, about
    a two-hour drive from Timika, the capital of Mimika regency, to
    celebrate
    their culture ...
    <http://www.thejakartapost.com/detailfeatures.asp?fileid=20051009.S01&irec=30>

     jiak/abu/doma