Ok

By continuing your visit to this site, you accept the use of cookies. These ensure the smooth running of our services. Learn more.

..:: West Papua ::.. - Page 6

  • Makanan Ini Bikin Perut Buncit

    Makanan Ini Bikin Perut Buncit

    Bagi teman-teman yang gemuknya kurang lebih sama seperti saya barang kali bisa di baca-baca sebagai acuan agar tidak gemuk lagi. Siapa tau jadi kurus seperti lidi hahahahahaaaaaa.......... http://id.news.yahoo.com/viva/20101013/tls-makanan-ini-bikin-perut-buncit-34dae5e.html

  • Akhirnya, Misteri Tenggelamnya Kapal Titanic Terungkap

    Bagi penikmat Film TITANIC, ada info terbaru yg diliris lewat Yahoo baru-baru. Bahwa mengapa Kapal Titanic semegah itu bisa tenggelam krn tabrak dengan Gunung Es, Baca Selengkapnya klik berkut ini http://id.news.yahoo.com/repu/20100923/twl-akhirnya-misteri-tenggelamnya-kapal-4d6e3f4.html

     

  • Peneliti Yakin Bumi Kiamat Tiap 27 Juta Tahun

    Peneliti Yakin Bumi Kiamat Tiap 27 Juta Tahun
    Lalu di tahun berapa kiamat berikut akan terjadi? 2012?
    Jack

  • Perahu Nabi Nuh Ditemukan di Turki?

    VIVAnews - Dikisahkan, sekitar 4.800 tahun lalu, banjir bandang menerjang Bumi. Sebelum bencana mahadahsyat itu terjadi, Nabi Nuh -- nabi tiga agama, Islam, Kristen, dan Yahudi, diberi wahyu untuk membuat kapal besar -- demi  menyelamatkan umat manusia dan mahluk Bumi lainnya. Selengkapnya http://dunia.vivanews.com/news/read/147115-perahu_nabi_nuh_ditemukan_di_turki_

     

  • Ujian Apa Lagi Tuhan

    Hari yang indah, Ketika diriku termenung pada hari yang cerah, terdengar bisikan hati terdengar " Bagian Dari Darah Daging Mulai Berkurang" Ku Balas dengan Bisikan Hati " TRIMA KASIH TUHAN DENGAN UJIAN HIDUP INI "

    Tiada Kata selain " Ajarilah Hidup ini Menjadi Damai " Ku bingung karena hidupku ini terasa "GUGUR"

    Berikanlah tunjukan Jalan ........................ Rahasia Hidup hanya ada PadaMu Tuhan................ saya hanya sebagai pelaksana di bumi dan cuma menjalankan Tugas Berat namun terasa Hidup ini pincang dan berkelok-kelok, terasa seorang diri tak mampu karena diselimuti oleh DOSA di Bumi yang fana ini.

    Tuhan Dalam 6 bulan terakhir dua orang (Adik dan kakak) menghadap kehadirat MU Terima mereka bagian dari HidupMu di Surga, ampuni semua kesalahan dan dosa yang buatnya baik yang langsung maupun yang tidak langsung, baik yang sengaja maupun yang tidak sengaja. Begitupun Kesalahan yang dilakukan oleh Mata, Telinga, tangan, kaki, mulut, lidah serta penis semuanya ku pasrahkan kehadiratMU semoga kesemuanya di berikan pengampunan dan di berikan tempat yang layak terutama di sisi kanan Allah Bapa Yang Maha Kuasa.

    TUHAN Ujian Apa Lagi yang Tuhan Berikan kepada Kami sekeluarga ? Air Mataku sudah habis kedua almarhum adikku dan kakaku ? Tutupkan Pintu yang selalu mencabut Nyawa Keluarga Kami dan bukakan Pintu Kedamaian dan Kesuksesan............................. Merupakan Harapan semua orang bukan cuma kami .......................................................................... Trima kasih Tuhan karena lewat goresan ini Tuhan mau bekerja dan adanya perubahan. AMIEN AMIEN AMIEN AMIEN

     

  • JADILAH PELITA, bagi diri kita sendiri dan sekitar kita

    Ada seorang teman cewe mengirimkan artikel, barangkali bagi aku yang lain bernait untuk membaca sekaligus ada saudara aku yang lain pernah mengalami naas sama dengan si buta dalam artikel. Silahkan membacanya Pada suatu malam, seorang buta berpamitan pulang dari rumah ahabatnya.


    Sang sahabat membekalinya dengan sebuah lentera pelita.Orang buta itu terbahak berkata: "Buat apa saya bawa pelita? Kan sama saja buat saya! Saya bisa pulang kok."Dengan lembut sahabatnya menjawab, "Ini agar orang lain bisa melihat kamu, biar mereka tidak menabrakmu." Akhirnya orang buta itu setuju untuk membawa pelita tersebut.Tak berapa lama, dalam perjalanan, seorang pejalan menabrak si buta. Dalam kagetnya, ia mengomel, "Hei, kamu kan punya mata! Beri jalan buat orang buta dong!" Tanpa berbalas sapa, mereka pun saling berlalu.Lebih lanjut, seorang pejalan lainnya menabrak si buta. Kali ini si buta bertambah marah, "Apa kamu buta? Tidak bisa lihat ya? Aku bawa pelita ini supaya kamu bisa lihat!" Pejalan itu menukas, "Kamu yang buta! Apa kamu tidak lihat, pelitamu sudah padam!" Si buta tertegun. Menyadari situasi itu, penabraknya meminta maaf, "Oh, maaf, sayalah yang 'buta', saya tidak melihat bahwa Anda adalah orang buta." Si buta tersipu menjawab, "Tidak apa-apa, maafkan saya juga atas kata-kata kasar saya." Dengan tulus, si penabrak membantu menyalakan kembali pelita yang dibawa si buta. Mereka pun melanjutkan perjalanan masing-masing. Dalam perjalanan selanjutnya, ada lagi pejalan yang menabrak orang buta kita. Kali ini, si buta lebih berhati-hati, dia bertanya dengan santun, "Maaf, apakah pelita saya padam?" Penabraknya menjawab, "Lho, saya justru mau menanyakan hal yang sama."Senyap sejenak secara berbarengan mereka bertanya, "Apakah Anda orang buta?" Secara serempak pun mereka menjawab, "Iya," sembari meledak dalam tawa. Mereka pun berupaya saling membantu menemukan
    kembali pelita mereka yang berjatuhan sehabis bertabrakan.Pada waktu itu juga, seseorang lewat. Dalam keremangan malam, nyaris saja ia menubruk kedua orang yang sedang mencari-cari pelita tersebut. Ia pun berlalu, tanpa mengetahui bahwa mereka adalah orang buta. Timbul pikiran dalam benak orang ini, "Rasanya saya perlu membawa pelita juga, jadi saya bisa melihat jalan dengan lebih baik, orang lain juga bisa ikut melihat jalan mereka."Pelita melambangkan terang kebijaksanaan. Membawa pelita berarti menjalankan kebijaksanaan dalam hidup. Pelita, sama halnya dengan kebijaksanaan, melindungi kita dan pihak lain dari berbagai aral rintangan (tabrakan!).Si buta pertama mewakili mereka yang terselubungi kegelapan batin, keangkuhan, kebebalan, ego, dan kemarahan. Selalu menunjuk ke arah orang lain, tidak sadar bahwa lebih banyak jarinya yang menunjuk ke arah dirinya sendiri. Dalam perjalanan "pulang", ia belajar menjadi bijak melalui peristiwa demi peristiwa yang dialaminya. Ia menjadi lebih rendah hati karena menyadari kebutaannya dan dengan adanya belas kasih dari pihak lain. Ia juga belajar menjadi pemaaf. Penabrak pertama mewakili orang-orang pada umumnya, yang kurang kesadaran, yang kurang peduli. Kadang, mereka memilih untuk "membuta" walaupun mereka bisa melihat.Penabrak kedua mewakili mereka yang seolah bertentangan dengan kita, yang sebetulnya menunjukkan kekeliruan kita, sengaja atau tidak sengaja. Mereka bisa menjadi guru-guru terbaik kita. Tak seorang pun yang mau jadi buta, sudah selayaknya kita saling memaklumi dan saling membantu.


    Orang buta kedua mewakili mereka yang sama-sama gelap batin dengan kita. Betapa sulitnya menyalakan pelita kalau kita bahkan tidak bisa
    melihat pelitanya. Orang buta sulit menuntun orang buta lainnya. Itulah pentingnya untuk terus belajar agar kita menjadi makin melek, semakin bijaksana.Orang terakhir yang lewat mewakili mereka yang cukup sadar akan pentingnya memiliki pelita kebijaksanaan.Sudahkah kita sulut pelita dalam diri kita  masing-masing? Jika sudah, apakah nyalanya masih terang, atau bahkan nyaris padam? JADILAH PELITA, bagi diri kita sendiri dan sekitar kita. Sebuah pepatah berusia 25 abad mengatakan: Sejuta pelita dapat dinyalakan dari sebuah pelita, dan nyala pelita pertama tidak akan meredup.