Ok

By continuing your visit to this site, you accept the use of cookies. These ensure the smooth running of our services. Learn more.

News Info - Page 4

  • Papua Gubernur

    6 confirmed dead in helicopter crash in Indonesia

    www.chinaview.cn 2005-09-03 14:01:07

     

    JAKARTA, Sept. 3 (Xinhuanet) -- An Indonesian rescue team has confirmed that six people were killed after a police helicopter crashed into a jungle in West Sumatra province, local press reported Saturday.

    The helicopter was flying in a bad weather and caught fire before it crashed into the forest on Thursday, The Jakarta Post newspaper reported.

    Co-pilot Sen. Insp. Asep was the only survivor in the accident. He was found by the rescue team when crawling out of the jungle for help with severe knee injury.

    Meanwhile, the Antara news agency reported that the evacuation process has been hampered by bad weather.

    The rescue team resumed the evacuation Saturday morning.

    Carrying six middle-ranking police officers and a journalist, the ill-fated MI-2 helicopter crashed when it was on the way to the West Sumatra capital of Padang after inspecting forest fires in South Solok regency.

    Witnesses said they heard explosion before the helicopter went down, Antara said.

    The accident is the second involving police plane this year, after a Cassa 212 airplane nosed-dived into an estuary meters in front of Sarmi Airport in Papua province, killing 15 people. Enditem

    Dalam versi bahasa indonesia silahkan download aja di bawa ini ok gubernur_papua_luncurkan_kapal_seharga_rp17_miliar.doc

    JIAK 

  • Kumpulan Masalah Gado-gado Papua

    Beberapa kumpalan masalah Papua yang semakin hari hari semakin gado-gado dan kian tidak jelas identitasnya, kapan Papua ini dari Masalah, download aja mang jika mau baca dpd_minta_ditarik_ketua_dprd_ingin_ditambah.doc

    Selamat yah atas kesuksesannya, pusing kali yah ......<<<<<<

    JIAK

  • Masalah Kehutanan Papua

    Ada berita walaupu awal tahun ini tapi ada bekas yaitu mengenai HPH, barangkali ada yang ini mau baca lebih jelasnya dilahkan downlaod dibawa ini ok masalah_kehutanan_papua.3.doc 

    Jack Dogomo

     

  • Presiden RI mengakui salah dalam penerapan Otonomi Khusus

    Ternyata orang pertama RI ini mengakui atas tidak berjalannya Otomoni Khusus di Papua, ada apa, kenapa, apa yang Masyarakat Papua mereka mau seharusnya di teliti dulu, jangan asal dikasih sementara adat dan budaya serta kebiasaan masyarakat yang homogen ini. Lagi-lagi Orang Nomor 01 RI ini massih mengakui keberadaan Propinsi Papua, secara hukum dari Mahkamah Konstitusi dinyatakan tidak berlaku lagi. Ada apa Bapak Presiden ini mengakui keberadaan Propinsi Irian Jaya Barat ini, dia masih mau obrak-abrik lagi, hanya Presiden dan Pembantu-pembantunya serta Tuhan-lah yang mengetahuinya. Ingin mau baca selengkapnya silahkan download dibawa ini

    presiden_akui_pelaksanaan_otsus_belum_sejahterakan_warga_papua.2.doc

    Jack Dogomo

  • Nabire Dapat Perhatian Khusus

    Ada kelebihan dan kebolehan dari Bapak Drs. Ruben Marey yaitu mencairkan dana Pembangunan Infrastruktur pasca gempa yang terjadi secara berturut pada tahun tahun. Berita selengkapnya silahkan download dibawa ini

    nabire_dapat_perhatian_khusus_dari_pemerintah.doc

    Selain itu ada berita yang berhubungan dengan masalah Papua yang sedang hangat dibicarakan. Presiden sendiri mengaku bahwa penerapannya, bukan berarti perjunagan kita berhenti sampai disitu. Silahkan download juga di bawa ini mrp_sudah_sesuai_skedul.doc

    Lebih lanjut sebagai obat penenangnya ada beberapa elemen terutama dari Dewan Kesenian mau mengadakan Kongres di Papua. Kasihan mereka ini. Jangan karena ada masalah baru di perhatikan, masyarakat Papua sudah lama menderita Ok. Informasi lengkapnya silahkan download dibawa ini

    kongres_dewan_kesenian_se-indonesia_di_papua.doc

    Jack Dogomo

  • Masalah Propinsi Irian Jaya Barat

    Ada info yang diliris oleh koran Media Indonesia tentang Propinsi Irian Jaya Barat, barangkali ini enak disimak, karena ingin melakukan Pilkada ternyata hanya karena ketidakpuasan atas kepemimpinan Bapak Salosa  ini. Lihat dan baca saja beberapa kata-kata yang diucapkan.

    Yang saya menilai adalah bolehlah jadi nasionalisme Indonesia tapi jangan lupa daratan, ketika saudara sampai di daratan keluargamu tidak menerimamu, jangan bernangis, tanyalah pada dirimu ? Karena saudara lebih mementingkan duit daripada tanah leluhurmu. Cara membangu Papua bukan menjual orangtuamu artinya masyarakatmu Ok, dulu yah kita akan kembali setelah pesan-pesan berikut ?

     

    ABOU Dogomo

  • Presiden: Tak Ada Manipulasi Sejarah di Papua

    Selasa, 16 Agustus 2005 - 03:33 PM

    Jakarta, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyatakan, tidak ada satu hal pun dalam hukum internasional yang dapat meragukan keabsahan Papua sebagai bagian dari wilayah kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

    Menurut kepala daerah, sejarah Papua sebagai bagian dari NKRI sangat jelas. Sejak berunding dengan Belanda, mulai Perjanjian Linggarjati hingga KMB tidak pernah luput agenda pembicaraan pengembalian Irian Barat (Papua) sebagai wilayah Indonesia.

    Presiden menambahkan, tidak satu pun program kabinet di zaman revolusi dan zaman demokrasi parlementer yang tidak mencantumkan pengembalian Irian Barat ke pangkuan Ibu Pertiwi. "Tidak ada manipulasi sejarah yang perlu diluruskan, dunia menjadi saksi setiap perundingan pengembalian Irian Barat hingga terlaksananya Pepera (Penentuan Pendapat Rakyat) di bawah pengawasan PBB tahun 1969," ujar presiden saat menyampaikan pidato kenegaraan di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Selasa (16/8).

    "PBB telah mengakui hasil Pepera dan sampai hari ini tidak pernah mempersoalkannya, dengan demikian dilihat dari sudut hukum internasional, tidak ada yang perlu diragukan mengenai keabsahan Papua, sebagai bagian integral wilayah kedaulatan NKRI," tambah kepala negara.

    Pemerintah menyatakan akan menuntaskan permasalahan di Papua secara damai dengan mengedepankan dialog dan pendekatan persuasif. "Masalah di Papua adalah masalah dalam negeri kita sendiri, kita menolak campur tangan asing dalam menyelesaikannya," demikian Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.


    (sumber: kompas)

    Informasi terkait dengan masalah Papua dapat download dibawah ini

    dubes_as_penuhi_undangan_nu.doc 

     

  • Berkaitan Dengan Masalah Papua

    Berikut salah satu perikan berita yang dirilis oleh pada kalimat terakhir diHelshinki Finlandia.

    http://www.boston.com/news/world/asia/articles/2005/08/14/indonesia_aceh_rebels_set_for_peace_pact/ 

    Experts say the peace deal could help defuse separatist tensions that have threatened to tear Indonesia apart since the ouster of dictator Suharto in 1998 and East Timor's secession a year later. It also would provide a blueprint for resolving another secessionist crisis in Papua, at the other end of Indonesia's vast archipelago.

    Sumber : http://www.boston.com/news/world/asia/articles/2005/08/14/indonesia_aceh_rebels_set_for_peace_pact/ 

    Berkaitan dengan itu situs lain merilis seperti dibawah ini dengan judul berita  : Local WW II veterans describe dropping of atom bombs By Steve Ferris, Herald-Standard 08/14/2005

    He said his role in the war was less dangerous than that of combat troops, but the island bases where he worked were not immune from Japanese air attacks.

    During a bombing raid on a base on Biak, off the New Guinea coast, a bomb hit a tent behind Petro's tent, and 63 people were killed in that raid, he said.

    Gerry Blaney of Wharton Township was a tail gunner on a B-29 and flew in 23 missions over Japan. He said he believes that dropping the atomic bombs was a better alternative than invading Japan.

    "We had enough trouble in Iwo Jima. We would have lost thousands if we invaded Japan," Blaney said.

    He said most troops believed that an Allied invasion of Japan was likely and that it would have been a difficult fight based on their experiences with the Japanese at places like Iwo Jima.

    "Everywhere we went they were dug in. The only way to get them out was to burn them out. We lost a lot of soldiers in the Pacific."

    Blaney said the results of bombing missions over Japan were comparable to the results of the atomic bombs.

    "One raid on Tokyo probably killed as many as an atom bomb," Blaney said. "Two hundred planes dropping bombs and burning the city did the same thing."
    He said he was returning to his base on Guam from a night bombing run over Tokyo when Japan surrendered.

    "The war was over 15 minutes before we landed in Guam," Blaney said.

    Sumber berita :

    http://www.heraldstandard.com/site/news.cfm?newsid=15032089&BRD=2280&PAG=461&dept_id=480247&rfi=6

    Disamping berita diatas ada juga yang menulis :

    Cole said that after the treaty was signed, the airlift began with the C-54s. "I made four round trips and was never on the ground in Japan for more than an hour," Cole said. "I went back to the island of Biak and stayed there and did ferrying of the troops and brought them back to the states," he said. Cole said he talked with many former Japanese prisoners who said they were kept separated in the prison camps and were not allowed to communicate with each other. Cole recalled talking to one prisoner who said he was captured during the Battle of Coral Sea, which took place in early May 1942 and he was unaware of what was happening throughout the rest of the war. Those who weren't serving overseas still remember V-J Day. "On the exact day, my mother, father, myself and a girlfriend that lived across the street walked downtown and saw all the people throwing the papers," said Pat Magut, 71, of Milford. "As it got to be very late, my parents told us that we had to go home and of course we didn't want to, but they told us the celebration for the end of World War I lasted for three days so we could always come back."

    Sumber berita :

    http://www.connpost.com/news/ci_2942076

  • Berkaitan Dengan Masalah Papua

    Berikut salah satu perikan berita yang dirilis oleh http://www.boston.com/news/world/asia/articles/2005/08/14/indonesia_aceh_rebels_set_for_peace_pact/ pada kalimat terakhir diHelshinki Finlandia.

    Experts say the peace deal could help defuse separatist tensions that have threatened to tear Indonesia apart since the ouster of dictator Suharto in 1998 and East Timor's secession a year later. It also would provide a blueprint for resolving another secessionist crisis in Papua, at the other end of Indonesia's vast archipelago.

    Sumber : http://www.boston.com/news/world/asia/articles/2005/08/14/indonesia_aceh_rebels_set_for_peace_pact/ 

  • Pengembalian Otonomi

    Hari ini Jumat tanggal 12 Agustus 2005 menjadi bersejarah bagi seluruh Penduduk Papua, Karena dengan niat baiknya mereka mengembalikan Otonomi Khusus yang diberikan tahun 2001 dari Pemerintah Pusat kepada Propinsi Papua, namun kini menjadi cerita lama. Bagaimana Tanggapan orang pusat tunggu informasi lanjutan.
     
    Namun yang jelasnya bahwa kata Sekrerariat Negera yang juga Manatan Menteri HAM dan Perundang-Undangan ini menyatakan akan dicari jalan keluar minimal dengan dialog, kita tunggu informasi lanjutan dari bagaimana dengan tanggapannya akan diambil dari beberapa sumber yang dipercaya.
     
    Jumlah Masyarakat yang melakukan demo dengan mengarakan masa ini kurang lebih sekitar 6000 orang. Dalam melakukan demo ini selalu aman-aman saja tanpa ada gangguan yang signikan.
     
    Doma